Penemuan Granat di Purbalingga, Diduga Masih Aktif
PURBALINGGA[BahteraJateng] – Penemuan granat di Purbalingga gegerkan warga. Granat berbentuk nanas yang diduga masih aktif itu, ditemukan oleh seorang pengepul barang rongsok di Desa Kradenan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga.
Granat tersebut kemudian diserahkan ke Koramil 10/Mrebet Kodim 0702/Purbalingga, pada Kamis (6/2).

Penemuan granat ini pertama kali diketahui oleh Tri Kasbianto (45), seorang pengepul barang bekas. Ia mengaku mendapat barang tersebut dari tiga pemulung di wilayahnya. Saat menyortir barang yang akan ditimbang, ia menemukan benda besi berbentuk bulat dan bertekstur menyerupai nanas dengan ukuran sebesar kepalan tangan.
“Awalnya kami hanya penasaran, lalu sempat mengetok benda itu dengan palu. Setelah diperhatikan lebih lanjut, salah satu karyawan saya mengatakan benda itu mirip granat. Karena takut, kami langsung membawanya ke Koramil 10/Mrebet,” ujar Tri Kasbianto.

Setelah menerima laporan dari warga, Danramil 10/Mrebet Kapten Inf Bambang Sulistyo membenarkan adanya penyerahan granat tersebut. Ia menyebutkan bahwa granat itu diduga merupakan peninggalan perang yang secara tidak sengaja terbawa ke tempat rongsokan.
“Betul, kami menerima satu granat tangan jenis nanas yang diduga masih aktif dari warga. Granat ini merupakan model lama yang sudah jarang digunakan oleh TNI saat ini,” jelas Kapten Bambang.
Meskipun kondisi granat sudah mulai berkarat, namun secara fisik masih utuh sehingga diduga masih berpotensi meledak. Pihak Koramil segera mengamankan granat tersebut untuk menghindari risiko ledakan.
Kapten Bambang mengapresiasi tindakan cepat warga yang melaporkan temuan berbahaya ini. Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melapor ke aparat jika menemukan benda mencurigakan seperti senjata, peluru, atau bahan peledak lainnya.
“Jika menemukan benda berbahaya seperti ini, jangan menyentuh atau mencoba membongkarnya sendiri. Segera laporkan kepada kami agar bisa ditangani dengan aman,” tegasnya.
Saat ini, granat tersebut telah diamankan oleh pihak Koramil dan akan diserahkan kepada tim penjinak bahan peledak (Jihandak) untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu waspada terhadap benda mencurigakan, terutama yang berpotensi membahayakan keselamatan.(sun)

