Bupati Blora, Arief Rohman, bersama jajaran Forkompimda, mengunjungi para korban insiden kecelakaan kerja di proyek pembangunan RS PKU Muhammadiyah Blora pada Minggu (9/2).(Foto Ist)
| |

Bupati Blora Sambangi dan Takziah ke Korban Kecelakaan Kerja Proyek RS PKU Muhammadiyah

BLORA[BahteraJateng] – Bupati Blora, Arief Rohman, bersama jajaran Forkompimda, mengunjungi para korban insiden kecelakaan kerja di proyek pembangunan RS PKU Muhammadiyah Blora pada Minggu (9/2).

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan kerja terjadi dalam proyek pembangunan gedung lima lantai RS PKU Muhammadiyah Blora di Jalan Blora – Cepu, Kecamatan Jepon, pada Sabtu (8/2) sekitar pukul 07.30 WIB.


Insiden ini menyebabkan 13 pekerja bangunan menjadi korban, dengan empat orang meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka-luka.

Sembilan pekerja yang mengalami luka-luka, lima di antaranya masih menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Blora.


Sementara empat korban lainnya dirujuk ke rumah sakit lain, termasuk RSUD dr. Soetijono Blora dan rumah sakit di Solo, karena mengalami patah tulang parah dan memerlukan perawatan lebih lanjut oleh dokter spesialis ortopedi.

Setelah itu, Bupati juga melakukan takziah ke rumah empat korban meninggal dunia, yakni almarhum Sono (Desa Ngampon, Jepon), Ahmad Zaenudin (Dukuh Lubang, Puledagel, Jepon), Tri Wiji (Desa Bacem, Jepon), dan Djami (Dukuh Trenggiling, Temurejo, Blora).

Bupati Arief menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap para korban yang masih dirawat segera pulih.

“Kami meminta pihak Muhammadiyah untuk memetakan kondisi keluarga korban guna memberikan bantuan yang tepat,” ujarnya.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Blora, Syarifudin, menyatakan siap membantu keluarga korban.

“Kami siap membantu keluarga korban. Termasuk biaya perawatan bagi yang masih dirawat, beasiswa pendidikan bagi anak-anak korban meninggal, serta membantu pencarian pekerjaan bagi keluarga yang ditinggalkan,” tuturnya.

Direktur RS PKU Muhammadiyah Blora, Tegar Mohammad Wijaya, menjelaskan bahwa insiden ini masih dalam penyelidikan untuk memastikan penyebabnya.

Sementara itu, pembangunan gedung baru RS PKU Muhammadiyah Blora dihentikan sementara untuk evaluasi keselamatan kerja.

Pihak berwenang akan terus berkoordinasi guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *