| |

Kalah Judi Online, Pria di Purbalingga Rekayasa Korban Begal

PURBALINGGA[BahteraJateng] – Polisi memastikan video yang beredar di media sosial tentang aksi begal di Kabupaten Purbalingga adalah hoaks.  Peristiwa pembegalan tersebut ternyata rekayasa.

Kapolres Purbalingga, AKBP Achmad Akbar, dalam konferensi pers di Mapolres Purbalingga, Sabtu (15/2), menjelaskan bahwa peristiwa tersebut direkayasa oleh seorang pria berinisial B, warga Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari.


Menurut Kapolres, pelaku membuat skenario palsu untuk mengelabui keluarganya setelah kehilangan uang akibat judi online. Awalnya, B menerima uang Rp2,7 juta dari mertua untuk membeli mesin perontok padi. Namun, uang tersebut habis dalam tiga hari karena digunakan untuk deposit judi online.

“Karena bingung, pelaku menyusun cerita seolah-olah dirinya menjadi korban pembegalan,” ujar Kapolres.


B bahkan mempersiapkan aksinya dengan membeli spray medis untuk menghilangkan rasa sakit sebelum melukai dirinya sendiri menggunakan pisau cutter. Luka di kepala dan helmnya juga dibuat sendiri dengan memukul batu.

“Setelah itu, ia mendatangi rumah warga dan berpura-pura menjadi korban begal. Aksinya sempat direkam dan videonya viral di media sosial,” imbuhnya.

Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan, termasuk menyisir lokasi kejadian dan menelusuri jejak digital. Hasilnya, tidak ditemukan bukti yang mendukung klaim pembegalan. Setelah diperiksa, B akhirnya mengakui bahwa kejadian itu adalah rekayasa.

Kapolres menegaskan bahwa tindakan B tergolong laporan palsu, yang secara hukum merupakan tindak pidana. Namun, pihaknya lebih memilih langkah pembinaan daripada proses hukum.

“Kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat tentang bahaya judi online. Dampaknya tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga keluarga,” pungkas Kapolres.

B kini dikembalikan ke keluarga dengan pengawasan pemerintah desa. Kasus ini menjadi pengingat bahwa judi online dapat menghancurkan kehidupan seseorang dan membuatnya nekat melakukan tindakan berbahaya demi menutupi kesalahannya.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *