|

Jelang Ramadhan 1446 H, Owabong Gelar Kirab Budaya Bersih Sumber Air

PURBALINGGA[BahteraJateng] – Obyek Wisata Air Bojongsari (Owabong) Purbalingga kembali menggelar kirab budaya dalam rangka membersihkan sumber air yang menjadi pasokan utama di lokawisata milik Perumda Purbalingga tersebut, Minggu (23/2).

Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur atas melimpahnya sumber air serta simbol kebersihan lahir dan batin menjelang bulan suci Ramadhan.


Kirab diawali dengan iring-iringan peserta yang membawa tumpeng, gunungan buah dan sayur, serta air yang diambil dari tiga mata air. Mereka berjalan kaki dari pendopo Kecamatan Bojongsari menuju lokawisata Owabong.

Sesampainya di lokasi, peserta disambut dengan tarian Ciblon dan tarian Tirta Kahuripan, yang diperagakan oleh penari sambil membawa air dari pendopo ke Owabong.


Sebagian air tersebut dituangkan ke saluran mata air yang mengalir ke kolam renang, sementara sebagian lainnya dituangkan ke dalam kendi. Pihak manajemen Perumda Owabong kemudian menggunakan air dari kendi tersebut untuk membasuh muka dan tangan sebagai simbol pembersihan diri.

Sebelum ritual ini dilaksanakan, sejumlah perempuan muda berkebaya hitam turun ke sumber mata air untuk membersihkan area sekitarnya. Mereka memungut sampah dan mencabut rumput liar yang tumbuh di sekitar mata air, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Makna dan Filosofi

Plt Direktur Perumda Owabong, Budi Anggoro, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur atas anugerah sumber air yang melimpah.

“Setahun sekali menjelang Ramadhan, kami melakukan pembersihan sumber mata air sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ritual ini mengandung filosofi resik sumbere (bersih sumbernya), resik banyune (bersih airnya), resik atine, jiwa, lan ragane (bersih hati, jiwa, dan raga). “Resik itu artinya bersih,” tambahnya.

Persiapan Owabong Jelang Ramadan

Selain ritual bersih sumber air, Budi Anggoro juga mengungkapkan bahwa Owabong akan tutup selama satu minggu di awal Ramadhan untuk melakukan renovasi beberapa fasilitas.

“Kami juga akan membangun tiga wahana baru untuk menyambut libur Idul Fitri, yaitu playground untuk anak-anak, kolam salju, dan wahana balon kereta,” jelasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kirab budaya, pengunjung Owabong juga berkesempatan berebut gunungan buah dan sayur yang telah disediakan. Selain itu, manajemen Perumda Owabong mengadakan tabur hadiah yang dilakukan menggunakan flying fox dari atas kolam renang.

Sore harinya, acara dilanjutkan dengan pertunjukan seni tradisional sendratari Kalasonten, yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga menjelang Maghrib.

“Sesuai namanya, sendratari Kalasonten berarti pertunjukan hingga sore,” ujar Budi.

Apresiasi dari Pemerintah Daerah

Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, yang hadir mewakili Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Menurutnya, kirab budaya ini tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dalam melestarikan lingkungan.

“Bupati kita sangat ahli dalam bidang digital marketing, sehingga diharapkan dapat berkolaborasi untuk mempublikasikan keunggulan Owabong secara lebih luas melalui platform digital,” tandasnya.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *