Gubernur Luthfi Instruksikan Penutupan Tiga Tanggul Jebol di Grobogan Maksimal Dua Hari
GROBOGAN[BahteraJateng] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan penutupan tiga titik tanggul jebol di Sungai Tuntang, Kabupaten Grobogan, dalam waktu maksimal dua hari. Tanggul yang jebol berada di Desa Baturagung dan Desa Papanrejo di Kecamatan Gubug, serta di Desa Sukoreko, Kecamatan Tegowanu.
Instruksi ini diberikan setelah Ahmad Luthfi meninjau langsung kondisi pengungsi banjir di Kecamatan Gubug dan melihat aliran air yang masih terus menggenangi rumah warga serta area pertanian.

“Prinsip saya, besok tanggul harus tertutup. Kalau tidak, kasihan warga karena air terus mengalir ke permukiman,” ujarnya, Selasa (11/3).
Gubernur menegaskan bahwa langkah pertama adalah menutup tanggul jebol untuk menghentikan aliran air. Selanjutnya, tanggul akan dibenahi dan dinormalisasi agar kejadian serupa tidak terulang, terutama menjelang Idulfitri.

“Jika diperlukan alat tambahan, Pemprov Jateng siap membantu BBWS Pemali Juana sebagai pihak yang bertanggung jawab atas Sungai Tuntang,” tandasnya.
Selain perbaikan tanggul, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk normalisasi sungai serta melakukan modifikasi cuaca bekerja sama dengan BMKG guna mengurangi curah hujan selama masa perbaikan.
Jebolnya tanggul ini disebabkan oleh curah hujan ekstrem di wilayah hulu Rawapening, yang mencapai 160,5 mm, melebihi batas ekstrem 150 mm.
Ahmad Luthfi juga mengimbau warga agar tidak menanam pohon atau mendirikan bangunan di sepanjang tanggul karena akar dapat merusak struktur tanah.
Sementara itu, Bupati Grobogan Setyo Hadi melaporkan bahwa banjir berdampak pada enam kecamatan dan 26 desa, dengan 1.202 warga mengungsi, 5.501 rumah terendam, serta 526 hektare lahan pertanian tergenang.
Gubernur kemudian menggelar rapat koordinasi dengan Pemkab Grobogan di Polres Grobogan untuk penanganan lebih lanjut.

