Pemudik yang diangkut Kapal Perang TNI AL KRI Banjarmasin 592 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, Jumat (28/3/2025). Foto: Dok. Polda Jateng
| |

Ribuan Pemudik Diangkut Kapal Perang KRI Banjarmasin Tiba di Semarang

SEMARANG [BahteraJateng]Kapal Perang TNI AL KRI Banjarmasin 592 yang mengangkut ribuan pemudik dan ratusan sepeda motor tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jumat (28/3/2025).

Kapal tersebut sandar di Dermaga 2 Nusantara, pukul 10.30 WIB. Kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Kamis (28/3/2025). Kedatangan kapal perang ini merupakan bagian dari program mudik gratis Lebaran 2025. Tujuannya; membantu masyarakat pulang kampung halaman dengan aman dan nyaman.


Komandan KRI Banjarmasin 592 Kolonel Laut (P) Yohanes B. Cahyono mengatakan total ada 1.600 pemudik yang diangkut kapal perang ini, di mana 1.100 orang turun di Semarang dengan sepeda motor 543 unit.

“Kita tahun ini siapkan KRI Banjarmasin, untuk arus balik juga,” kata Kolonel Laut Yohanes.


Komandan Lanal Semarang Letkol Laut (P) Akbar Abdullah menyebut pihaknya bersama Pemkot Semarang juga menyediakan armada bus untuk memfasilitasi pemudik yang tidak membawa kendaraan.

“Kami dapat info ada yang tidak bawa roda dua (pemudik yang diangkut KRI Banjarmasin), kami menghadap Bu Wali Kota, minta dukungan transportasi ke (Terminal) Terboyo dan Tawang (Stasiun),” kata dia.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng yang hadir di lokasi menyebut semua fasilitas untuk pemudik ini gratis.

“Ini bukti pemerintah menyayangi masyarakatnya, semua gratis, di dalam semua happy,” kata Agustin.

Kedatangan para pemudik ini juga mendapat pengamanan dari Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jateng.  Direktur Polairud Polda Jateng Kombes Pol Hariadi mengemukakan pihaknya bersinergi dengan otoritas terkait melakukan pengamanan dan pengawalan kedatangan kapal ini.

“Kami memastikan bahwa seluruh rangkaian kedatangan KRI Banjarmasin 592 berlangsung aman dan tertib. Sinergi antara Ditpolairud Polda Jateng, Pemkot Semarang, TNI AL, serta stakeholder lainnya menjadi kunci dalam mengawal arus mudik ini agar berjalan lancar tanpa hambatan,” kata dia.

Salah satu pemudik, Heru Utomo (52) asal Kota Salatiga, membawa istri dan anaknya yang masih usia 4 bulan. Dia berangkat dari Tanjung Priok Jakarta pada Kamis (27/3/2025) sekira pukul 09.15 WIB.

“Di dalam (kapal perang) nyaman, bayi dan istri dapat tempat khusus, dapat makan juga,” katanya.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *