Jaringan sekolah bahasa Inggris, EF Kids& Teens menandai babak baru untuk terus menghadirkan pendidikan berkualitas dengan identitas lebih segar. Kini resmi bertransformasi menjadi English 1 (English One). Sumber English 1

English 1 Wajah Baru Pendidikan Bahasa Inggris

JAKARTA [BahteraJateng]- Jaringan sekolah bahasa Inggris, EF Kids& Teens menandai babak baru untuk terus menghadirkan pendidikan berkualitas dengan identitas lebih segar. Kini resmi bertransformasi menjadi English 1 (English One).

President Director English 1, Matthew Kenley mengungkapkan, antusiasme terhadap rebranding ini. Transformasi ini bukan tentang perubahan, melainkan keberlanjutan dan evolusi. “English 1 tetap mengusung nilai-nilai inti, metode pengajaran, dan kualitas pendidikan yang telah dipercaya oleh para orang tua dan murid. Nama dan logo baru hadir dengan semangat baru namun kualitas tetap sama,” kata dia.


Perjalanan rebranding ini didukung oleh dua kampanye utama “Say Hello to the Future” diluncurkan selama fase pra-peresmian serta #HelloEnglish 1 menjadi penanda hari peluncuran resmi. Kampanye ini hadir di berbagai kanal promosi baik online maupun offline.

“Selama 30 tahun, kami telah menjadi mitra terpercaya dalam membentuk anak-anak Indonesia menjadi pembicara bahasa Inggris percaya diri. Hari ini, kami menyambut masa depan dengan English 1—dengan pendidikan berkualitas yang sama, hanya dengan identitas lebih segar. Misi kami tetap sama memberdayakan anak-anak dengan pendidikan bahasa Inggris terbaik,” ungkap dia.


Marketing Director English 1, Rhea Danaparamita menekankan, kampanye “Say Hello to the Future” dan #HelloEnglish1 tidak hanya merayakan perubahan nama, tetapi juga mengajak orang tua untuk membekali anak sejak dini dengan kemampuan relevan di masa depan.

Rhea menyoroti pentingnya kesiapan anak-anak menghadapi masa depan global, kemampuan berbahasa Inggris menjadi bekal utama. Tantangan dunia kerja dan pendidikan di masa depan menuntut generasi muda Indonesia untuk mampu berkomunikasi secara global, berpikir kritis, dan percaya diri.

“Perubahan ini bukan hanya tentang nama dan logo baru. Ini adalah tentang kesiapan menghadapi masa depan. Kami ingin mendorong para orang tua untuk melihat English 1 sebagai mitra jangka panjang dalam membentuk anak-anak mereka menjadi individu yang siap menghadapi dunia global—melalui pendidikan bahasa Inggris menyenangkan, relevan, dan bermakna,” ungkap Rhea.

English 1 tetap mempertahankan pendekatan pembelajaran yang telah terbukti efektif bagi murid di Indonesia, yakni sistem Learn (belajar), Try (mencoba) dan Apply (praktik langsung). Learn fokus pada guru-guru membangun kepercayaan diri, meningkatkan skill dan mencapai tujuan belajar murid.

Try, kata dia, memungkinkan murid berlatih kapan saja dan di mana saja melalui akses ke konten pembelajaran mandiri inovatif secara online. Sedangkan Apply mendorong murid untuk mempraktikkan skill bahasa Inggris secara langsung dan interaktif melalui Life Club yang rutin diadakan.

“Dengan kualitas yang telah terbukti selama tiga dekade, English 1 siap melanjutkan misinya. murid tetap bertemu dengan guru dan staf yang telah mendampingi perjalanan belajar mereka selama ini. Kami memiliki 200 pengajar internasional, yang bekerja sama dengan pengajar lokal yang berpengalaman. Pendekatan kolaboratif ini memastikan murid mendapatkan manfaat dari lingkungan pembelajaran yang efektif dan beragam,” ungkap Director of Operations English 1, Christopher Lloyd.

Saat ini English 1 memiliki 106 center di seluruh Indonesia, dengan lebih dari 85 ribu murid aktif. Murid tetap menggunakan materi belajar yang telah dirancang secara khusus, namun tim akademik secara berkala melakukan penyempurnaan agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan metode pendidikan terkini.

“Sebagai contoh, setelah tahun 2024 sukses meluncurkan Frontrunner 2.0 (program yang dirancang khusus untuk murid berusia 15 hingga 18 tahun), tahun ini tim produk dan konten kami sedang mengembangkan versi terbaru dari High Flyers, program favorit untuk anak usia 7 hingga 9 tahun,” tutup Chris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *