UNWAHAS Gelar Workshop Perpajakan Biro Haji & Umrah, Perkuat Edukasi dan Kolaborasi Strategis
SEMARANG[BahteraJateng] – Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) sukses menyelenggarakan Workshop Perpajakan Biro Haji dan Umrah bertajuk “Mengenal & Mengelola Pajak dalam Transaksi Internasional”.
Kegiatan hybrid ini diikuti 194 peserta, terdiri dari 148 peserta daring dan 46 peserta luring di Gedung Rektorat UNWAHAS lantai 6, Selasa (3/6).

Acara ini menjadi forum strategis dalam peningkatan literasi perpajakan sektor haji dan umrah, sekaligus menandai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepahaman Bersama (MoA) antara UNWAHAS dengan DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Jawa Tengah, KSPPS Hudatama, dan KSPPS BMT NU Sejahtera.
Edukasi Pajak Komprehensif
Rektor UNWAHAS, Prof. Helmy Purwanto, dalam sambutannya menekankan pentingnya kepatuhan pajak bagi biro haji dan umrah sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas layanan.

Materi utama disampaikan oleh Ketua IKPI Jawa Tengah, M. Slamet Umbaran, yang membahas aspek hukum perpajakan, kewajiban pajak badan, PPh, PPN, mekanisme pemotongan PPh 21 menggunakan tarif efektif, hingga transaksi luar negeri yang dikenai PPh Pasal 26.
Salah satu topik penting yang diulas adalah ketentuan PPN untuk jasa umrah sesuai PMK Nomor 71 Tahun 2022.
Sinergi untuk Ekosistem Syariah Berkelanjutan
Acara ini juga ditandai dengan penandatanganan MoU UNWAHAS dan AMPHURI Jawa Tengah yang mencakup pengembangan kurikulum, riset bersama, dan program pengabdian masyarakat.
Selain itu, MoA bersama KSPPS Hudatama dan KSPPS BMT NU Sejahtera menjadi fondasi kerja sama di bidang keuangan syariah dan pemberdayaan UMKM sektor haji dan umrah.
Dekan FEB UNWAHAS, Dr. Hasan, menyatakan optimisme terhadap sinergi ini dalam menciptakan ekosistem industri yang profesional dan berintegritas.
“Kami percaya, sinergi antara akademisi, asosiasi profesional, dan lembaga keuangan syariah bisa menjadi kekuatan pendorong untuk menciptakan ekosistem haji dan umrah yang lebih profesional, transparan, dan memberikan manfaat maksimal bagi jamaah serta seluruh pelaku usaha,” tutur Dr. Hasan.
Ketua AMPHURI Jawa Tengah, Bayu Jalar Prayogo, turut menyambut positif langkah ini sebagai peningkatan standar operasional biro di wilayahnya.
Komitmen UNWAHAS untuk Kemajuan Bangsa
Workshop ini mencerminkan komitmen UNWAHAS dalam memperkuat profesionalisme dan keberlanjutan sektor haji dan umrah di Indonesia, melalui kombinasi edukasi pajak dan kolaborasi strategis lintas sektor.(sun)

