Pertunjukan Wayang Kulit Jumat Kliwon di Semarang Diliburkan, Disbudpar: Efisiensi Anggaran
SEMARANG[BahteraJateng] – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menghentikan sementara pertunjukan Wayang Kulit Jumat Kliwon yang rutin digelar di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS).
Kebijakan ini merupakan dampak dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran di seluruh sektor pemerintahan, termasuk bidang kebudayaan.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Semarang, Sarosa, menjelaskan bahwa efisiensi menyebabkan sejumlah agenda budaya yang telah terjadwal tidak bisa terlaksana tahun ini. Termasuk di antaranya pertunjukan Wayang Kulit Jumat Kliwon.
“Tahun ini memang banyak kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan. Artinya, bukan hanya wayang kulit yang terdampak. Namun begitu, kegiatan wayang kulit masih bisa berjalan meskipun tidak penuh seperti sebelumnya,” ujarnya, Senin (16/6).

Sepanjang 2025 hingga pertengahan tahun, pertunjukan Wayang Kulit Jumat Kliwon sudah dilaksanakan empat kali. Namun untuk jadwal selanjutnya, pihak Disbudpar masih menunggu arahan dari pimpinan.
Tak hanya wayang kulit, sejumlah agenda budaya lain juga ditunda, seperti Dugderan Simpang Lima, Mahakarya Legenda Goa Kreo, Wayang on the Street, pertunjukan Wayang 1 Muharam, Ketoprak Truthuk, dan Festival Dalang. Disbudpar menyebut masih banyak event lain yang terdampak efisiensi.
Ketua Dewan Kesenian Semarang (Dekase), Adhitia Armitrianto, menyayangkan kebijakan tersebut. Ia menilai, pengurangan pertunjukan wayang merupakan kemunduran dalam pelestarian budaya yang telah menjadi ikon Kota Semarang sejak 1990-an.
“Bulan Juni ini ditiadakan. Informasi dari Teater Lingkar, tahun ini baru berjalan empat kali. Kalau hanya empat kali setahun, ini kemunduran serius,” kata Adhitia.
Ia berharap ada keterbukaan Pemerintah Kota Semarang mengenai skema efisiensi serta kemungkinan penambahan anggaran melalui APBD perubahan.
“Wayang kulit Jumat Kliwon bukan sekadar tontonan. Ini bagian dari jati diri budaya Jawa dan Kota Semarang,” pungkasnya.(sun)

