Arief Rohman
Bupati Blora, Arief Rohman meninjau lokasi kebakaran sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Senin (18/8).(Foto Ist)
| |

Bupati Arief Tinjau Lokasi Kebakaran Sumur Minyak di Blora

BLORA[BahteraJateng] – Bupati Blora, Arief Rohman bersama Forkopimda bergerak cepat meninjau lokasi kebakaran sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo pada Senin (18/8) pagi. Peristiwa itu menelan tiga korban jiwa dan dua orang luka-luka.

Kebakaran terjadi Minggu (17/8) siang sekitar pukul 12.30 WIB saat aktivitas pengeboran minyak oleh warga. Api disertai ledakan diduga berasal dari percikan yang menyambar rumah penduduk.


Tiga korban tewas masing-masing Tanek (60), Sureni (52), dan Wasini (50). Sementara Yeti (27) bersama anak balitanya menderita luka bakar serius dan kini dirawat intensif di RS Sardjito, Yogyakarta.

Selain korban jiwa, musibah itu juga merusak satu rumah berat, tiga rumah sedang, serta memaksa sedikitnya 50 kepala keluarga mengungsi. Enam ekor sapi dan tiga kambing milik warga berhasil diselamatkan. Hingga Senin siang, api masih menyala dengan asap hitam pekat membumbung di atas pemukiman.


“Atas nama pemerintah dan pribadi, kami menyampaikan duka cita mendalam. Prioritas utama saat ini adalah memadamkan api dan memastikan keselamatan warga,” kata Bupati Arief.

Ia menyebut telah melaporkan kejadian ini ke Kementerian ESDM, SKK Migas, dan Gubernur Jawa Tengah.

Pemkab Blora bersama BPBD, Damkar, Satpol PP, dan BAZNAS mendirikan dapur umum serta menyalurkan bantuan untuk korban. Pertamina dan SKK Migas juga menurunkan dukungan teknis, termasuk usulan metode pengurugan sumur dengan tanah menggunakan eskavator dan pemantauan drone.

Bupati Arief mengingatkan agar pengelolaan sumur minyak rakyat tetap memperhatikan aspek legalitas dan keselamatan.

“Sumur ini belum legal. Kami imbau masyarakat menahan diri dan menunggu izin resmi sesuai Permen 14 Tahun 2025. Apalagi lokasinya berada di tengah pemukiman, sangat rawan,” tegasnya.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, menambahkan pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi.

“Setelah api padam, tim Labfor Polda Jateng akan menyelidiki penyebab kebakaran. Kami juga akan memperketat pengawasan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *