Fraksi PPP DPRD Jateng Desak Kenaikan Insentif Guru Madin
SEMARANG[BahteraJateng] – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Jateng mendesak pemerintah provinsi bersama pemerintah pusat untuk segera menaikkan alokasi insentif bagi guru Madrasah Diniyah (Madin).
Ketua Fraksi PPP DPRD Jateng, Muhammad Naryoko, menyatakan kebijakan tersebut mendesak dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan pengajar keagamaan non-PNS yang memiliki peran besar dalam pembinaan akhlak generasi muda.

Menurut Naryoko, jumlah guru Madin di Jawa Tengah sangat besar. Data Kanwil Kementerian Agama mencatat lebih dari 230 ribu guru keagamaan, mayoritas Madin dan TPQ, menerima insentif. Namun, nilai insentif dinilai belum sebanding dengan dedikasi mereka di lapangan.
“Kenaikan ini bukan hanya soal angka, tetapi juga penghargaan negara atas pengabdian guru Madin dalam mendidik anak bangsa,” tegasnya dalam rapat paripurna pada Senin (22/9).

Naryoko menambahkan, usulan tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang dihimpun saat reses DPRD. Banyak guru Madin dan warga mendesak agar insentif segera ditingkatkan.
Sebagai tindak lanjut, Fraksi PPP akan memperjuangkan usulan tersebut dalam pembahasan Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jateng serta berkoordinasi dengan pemerintah provinsi.
PPP juga mengajukan beberapa rekomendasi, antara lain penyesuaian nominal insentif sesuai biaya hidup, percepatan frekuensi pencairan, serta pendataan akurat melalui Kanwil Kemenag dan pemerintah kabupaten/kota agar insentif tepat sasaran. Selain itu, sinergi pendanaan dari APBD provinsi, kabupaten/kota, dan pusat perlu diperkuat.
“Dengan insentif yang lebih layak, guru Madin akan lebih bersemangat. Kami ingin kualitas pendidikan keagamaan semakin baik, dan Jawa Tengah bisa menjadi contoh hadirnya negara dalam memberi penghargaan kepada para pengajar,” pungkas Naryoko.

