Kolaborasi dan Sinergi Antar-PAUD Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kota Semarang
SEMARANG[BahteraJateng] – Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto, menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah, pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan pemerhati pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Semarang.
Menurut Bambang, dari sekitar 1.200 hingga 1.280 PAUD yang ada, baru 40–50 persen yang terakreditasi dengan kategori A, sementara sisanya masih di grid B dan C.

“Kami sudah buat komitmen, teman-teman PAUD dengan akreditasi A akan mendampingi yang masih B dan C agar bisa naik level,” ujarnya usai menjadi narasumber Upgrading Komite PAUD yang digelar Dewan Pendidikan Kota Semarang di Graha Wisata Hotel School, Semarang Barat pada Sabtu (27/9).
Kegiatan Upgrading yang diikuti 100 peserta itu juga diisi diskusi kelompok mengenai pengembangan ekstrakurikuler dan outing class sebagai penunjang pembelajaran.

Bambang menekankan, jika semua PAUD mencapai akreditasi A, maka kualitas pembelajaran akan semakin fokus pada pencapaian target sehingga berdampak positif pada anak-anak.
Selain soal PAUD, Dinas Pendidikan juga menangani persoalan anak putus sekolah melalui aplikasi Bambu Apus. Tercatat ada 316 anak yang didampingi agar tetap mendapat hak pendidikan melalui program kesetaraan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Program “Guru Bersamamu” turut digerakkan dengan melibatkan 600 guru penggerak untuk mendampingi peserta kejar paket.
Meski demikian, kata Bambang, terdapat kendala transportasi bagi siswa yang jarak rumahnya jauh dari PKBM. “Kemarin muncul ide memberikan bantuan sepeda agar mereka lebih mudah menjangkau lokasi belajar,” jelasnya.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang, Budiyanto, menegaskan pendidikan adalah hak setiap warga negara. Ia mendorong agar penyelenggaraan pendidikan di Semarang semakin partisipatif, transparan, dan inklusif, termasuk bagi kaum difabel.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk mempersiapkan masa depan bangsa. Prioritas Pemkot pada bidang pendidikan dan kesehatan sudah tepat sesuai amanat konstitusi,” tegasnya.

