Komisi D DPRD Jateng Akui Pembangunan Konektivitas Jalan di Batam Sangat Cepat
BATAM[BahteraJateng] – Komisi D DPRD Jateng monitoring pengayaan ke Kepulauan Riau terkait standardisasi jalan serta kualifikasi jalan nasional, provinsi maupun kabupaten/kota.
Menurut Ketua Komisi D DPRD Jateng Nur Saadah, Kepulauan Riau dan khususnya Pulau Batam dipilih karena keduanya memiliki perkembangan konektivias jalan yang sangat memadai dan relatif lebih cepat dibanding provinsi dan kota lainnya.

“Kami dari Jateng ingin konsep dari gambaran besar pembangunan jalan di Kep. Riau maupun Batam sebagai pulau yang memiliki nilai strategis cukup cepat pembangunan jalannya,”tutur Nur seperti dikutip laman dprd.jatengprov.go.id, Selasa(7/10), usai pertemuan Komisinya dengan Dinas PU dan Penataan Ruang, Pertanahan Kep. Riau diwakili Suji Hartanto dan dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kementerian PUPR.
Sesungguhnya, tambahnya, bagaimana Dinas PUPR Pertanahan mengonsep konektivitas jalan di provinsi ini terlebih di Pulau Batam, sangat menarik dan mendorong kami untuk menirunya.

Sepengetahuannya, Batam didesain sedemikian rupa untuk menjadikan “Singapura” Indonesia. Karena itulah pembangunan infrastrukturnya terutama jalan diperbanyak. Anggota Komisi D Sukardiyono menanyakan mengenai anggaran pembangunan jalan dari pemerintah pusat melalui APBN.
Suji Hartanto menjelaskan pembangunan jaringan jalan di Kepulauan Riau (Kepri) mencakup peresmian 14 ruas jalan sepanjang 76 km melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) di 6 kabupaten/kota dan proyek-proyek strategis seperti pelebaran jalan di Batam.
“Proyek-proyek ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Selain dari APBN, dana APBD juga digunakan untuk pembangunan dan revitalisasi infrastruktur jalan dan jembatan,” ujarnya.
Pembangunan jaringan jalan disebutkannya masuk dalam inpres jaland daerah ada 14 ruas jalan dengan total panjang 76 km telah diresmikan di 6 kabupaten/kota di Kepri.
Yakni p
embangunan mencakup ruas jalan di Tanjung Pinang (Jalan Panglima Dompak, Jalan Jaya Kelan), Bintan (penanganan jalan lintas timur CS akses pelabuhan Sri Bayintan), Karimun (Jalan Sebelai Sei Asam, Jalan Tanjung Batu Sawang), Lingga (Jalan Marok Kecil Resang), Anambas, dan Natuna (Jalan Pantai Sisi Jermalik).

