Wihaji
Menteri Wihaji, di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (6/11).(Foto Ist)

Menteri Wihaji Dorong Sekolah Siaga Kependudukan dan GenRe di Pesantren untuk Cegah Stunting

SUKOHARJO[BahteraJateng] — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah pada Kamis (6/11).

Kunjungan ini bertujuan mendorong penerapan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan penguatan Generasi Berencana (GenRe) sebagai upaya mencegah lahirnya generasi stunting.


Dalam kesempatan tersebut, Menteri Wihaji meresmikan SSK, melakukan peletakan batu pertama renovasi gedung Assalaam Medicare dan Ruang Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta memberikan ceramah umum kepada santri.

Ia menekankan bahwa keterlibatan pendidikan dalam isu kependudukan perlu dimulai sejak dini sebagai langkah strategis menyiapkan generasi emas 2045.


Program SSK dihadirkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler yang diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan formal sejak jenjang sekolah dasar.

Melalui program ini, siswa dikenalkan dengan isu kependudukan, nilai-nilai kehidupan keluarga, serta pembentukan karakter yang peduli dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa.Wihaji

Selain SSK, keberadaan PIK-R di lingkungan pendidikan juga dinilai penting karena menjadi wadah pelaksanaan program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR).

PIK-R berfungsi memberikan layanan informasi, konseling kesehatan reproduksi, serta menjadi ruang edukasi remaja melalui pendekatan teman sebaya dan program besar GenRe BKKBN.

Menteri Wihaji menegaskan, program GenRe dengan slogan Three Zero —hindari pernikahan dini, hindari napza, dan hindari seks pranikah— merupakan langkah konkret mencegah stunting di generasi muda.

Ia juga menyoroti data BNN 2024 yang mencatat 24,1 persen dari 3,3 juta penyalahguna narkoba di Indonesia merupakan remaja.

Direktur Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam, Uripto M. Yunus, menyatakan pesantrennya siap menjadi pilot project penerapan SSK di lingkungan pendidikan pesantren.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *