SMAN 2 Kudus
SMAN 2 Kudus.(Dok. BahteraJateng/GW)

Update Keracunan MBG di SMAN 2 Kudus, Puluhan Siswa Masih Dirawat di Rumah Sakit

KUDUS[BahteraJateng] –  Puluhan siswa SMAN 2 Kudus masih dirawat di sejumlah rumah sakit, Jumat (30/1), setelah diduga mengalami gejala keracunan. Para siswa mengeluhkan mual, pusing, hingga muntah usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa nasi putih, tempe, ayam, cambah, dan kuah soto pada Rabu (28/1).

Kondisi serupa berlanjut hingga Kamis (29/1) saat siswa masuk sekolah, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Data pasti masih terus diperbarui, setelah sejumlah siswa yang dirawat diperbolehkan pulang.


Saat menghadiri acara di Kodim 0722 Kudus pada Jumat (30/1) pagi, Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton, mengungkapkan masih ada 47 siswa yang dirawat. Namun kondisinya disebut sudah semakin membaik.

“Hari ini masih ada 47 siswa yang dirawat, tapi Alhamdulillah keadaannya makin membaik,” kata Bellinda yang juga ketua satgas MBG Kabupaten Kudus.


Ia menegaskan akan segera mengevaluasi, agar kejadian serupa tak terulang kembali. Evaluasi yang akan dilakukan meliputi higienitas, waktu memasak, dan ketepatan distribusi.

“Kita evaluasi kejadian kemarin, dan ini menjadi perhatian kami semua. Pekan depan kami juga akan bertemu BGN untuk membahas hal ini,” tegasnya.

Sementara saat dikonfirmasi Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko Wibowo, menyebut ada 34 siswa yang harus menjalani rawat inap di enam rumah sakit.

“Mereka yang masih harus menjalani rawat inap, merupakan siswa yang sebelumnya dirawat di sejumlah rumah sakit dan telah menjalani observasi lanjutan. Di antaranya di RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu, RS Kartika, RS Kumala Siwi, RS Islam, dan RS Aisyiyah. Perkiraan sudah ada yang pulang setelah mendapatkan perawatan, sehingga data tersebut harus dimutakhirkan untuk jumlah pastinya per hari ini, Jumat (30/1),” bebernya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kamis (29/1) sore, jumlah siswa maupun guru dan tenaga kependidikan SMAN 2 Kudus yang harus menjalani perawatan di rumah sakit mencapai 118 orang. Namun jumlahnya berangsur menurun setelah sebagian diperbolehkan pulang maupun cukup menjalani rawat jalan.

Pemerintah menyatakan menanggung seluruh biaya perawatan korban di rumah sakit. Sementara penyebab dugaan keracunan masih diselidiki, dengan pengambilan sampel makanan, feses, dan komponen lainnya. (day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *