Satu Tahun Kepemimpinan Agustina–Iswar: Semarang Bersih, Warganya Semakin Sejahtera
SEMARANG[BahteraJateng] – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin di Semarang diwarnai sejumlah capaian pembangunan. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mencatat peningkatan indikator kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta penguatan program lingkungan melalui gerakan “Semarang Bersih”.
Berdasarkan data Pemkot, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang pada 2025 mencapai 85,80. Angka ini meningkat dibanding 2020 yang berada di posisi 83,05. Capaian tersebut juga disebut melampaui rata-rata Provinsi Jawa Tengah dan nasional.

Penurunan angka kemiskinan juga tercatat konsisten dalam lima tahun terakhir. Pada 2020, angka kemiskinan berada di level 11,84 persen. Angka itu turun bertahap menjadi 11,25 persen (2021), 10,98 persen (2022), 10,77 persen (2023), 10,19 persen (2024), hingga 9,71 persen dan kini diperkirakan mencapai 9,36 persen.
Di sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka yang sempat menyentuh 9,54 persen pada 2020 akibat dampak pandemi, berhasil ditekan menjadi 4,66 persen pada 2024. Angka tersebut lebih rendah dibanding rata-rata Jawa Tengah sebesar 4,91 persen dan nasional 5,65 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kota Semarang tercatat stabil di atas 5 persen dan sempat mencapai 6,42 persen.

Agustina menyatakan, pembangunan kota diarahkan pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Salah satu program unggulan yang terus diperkuat adalah “Semarang Bersih”, yang mendorong pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Jumlah bank sampah aktif meningkat dari 664 unit pada 2024 menjadi 857 unit. Total sampah yang berhasil dikelola melalui bank sampah mencapai 1.705,7 ton. Kolaborasi bank sampah dengan PKK mengelola 1.080 ton sampah dengan nilai perputaran ekonomi mencapai Rp1,89 miliar. Selain itu, sebanyak 1.906 tas pilah sampah telah dibagikan kepada warga untuk mendukung pemilahan dari rumah.
Gerakan “ASN Wegah Nyampah” juga dijalankan di lingkungan aparatur sipil negara. Melalui gerakan tersebut, produksi sampah dari aktivitas perkantoran diklaim berkurang hingga 4,3 ton per hari.
Pemkot turut menambah sarana dan prasarana kebersihan. Jumlah kontainer sampah bertambah dari 418 unit menjadi 454 unit. Tempat Penampungan Sementara (TPS) meningkat dari 200 unit menjadi 237 unit, sedangkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) bertambah dari 22 menjadi 26 unit. Empat instalasi pengolahan air limbah (IPAL) domestik juga telah dibangun, termasuk di kawasan Taman RBRA Abdurrahman Saleh dan Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan.
Upaya penghijauan juga diperluas. Hingga akhir 2025, lahan seluas 16,58 hektare telah dihijaukan dengan penanaman 46.510 bibit pohon. Tiga taman baru dibangun, yakni Taman RBRA Abdurrahman Saleh, Taman Garoot, dan Taman Dinar Mas Meteseh. Dua taman lainnya direvitalisasi, yaitu Taman Telaga Bodas dan Taman Jalan Bougenville Raya Sendangmulyo.
Memasuki tahun kedua, Pemkot menargetkan pengurangan plastik sekali pakai melalui pengawasan Peraturan Wali Kota Nomor 27 Tahun 2019, pengembangan aplikasi “ASN Wegah Nyampah” yang terintegrasi dengan penilaian kinerja, penambahan bank sampah hingga 1.468 unit, pembangunan IPAL TPA Jatibarang tahap pertama, serta penghijauan 17 hektare lahan dengan 50.000 bibit pohon.
Agustina menegaskan, pembangunan Kota Semarang ke depan tetap mengedepankan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan warga.(sun)

