Satu Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar: Semarang Sehat, Warganya Kuat dan Terlindungi
SEMARANG[BahteraJateng] – Genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, bersama wakilnya Iswar Aminuddin (Agustina-Iswar), pembangunan sektor kesehatan di ibu kota Jawa Tengah menunjukkan capaian signifikan.
Melalui program unggulan “Semarang Sehat”, Pemerintah Kota Semarang memperkuat layanan kesehatan, memperluas jaminan perlindungan sosial, serta mengintegrasikan penanganan kemiskinan dengan peningkatan kualitas kesehatan warga.

Agustina menegaskan, kesehatan menjadi fondasi utama pembangunan kota. Menurutnya, Semarang Sehat tidak hanya berbicara soal layanan medis, tetapi juga mencakup pemenuhan gizi, lingkungan sehat, pemberdayaan ekonomi, dan jaminan akses kesehatan tanpa diskriminasi.
“Kesehatan adalah hak dasar setiap warga. Kami ingin membangun Semarang yang kuat dari dalam, dan itu dimulai dari tubuh yang sehat, jiwa yang kuat, ekonomi yang membaik, serta rasa aman saat berobat. Semarang Sehat adalah wujud hadirnya pemerintah untuk melindungi warganya,” ujar Wali Kota Agustina.

Kesejahteraan Warga Meningkat, Angka Kemiskinan Terus Turun
Data menunjukkan angka kemiskinan di Kota Semarang terus menurun dalam lima tahun terakhir. Dari 11,84 persen pada 2020, turun menjadi 9,36 persen pada 2025.
Tren penurunan berlangsung konsisten setiap tahun, mencerminkan efektivitas intervensi pemerintah dalam mengintegrasikan program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan perluasan jaminan kesehatan.
Semarang Makin Terlindungi: Hampir Semua Warga Punya Jaminan Kesehatan
Di bidang perlindungan kesehatan, kepesertaan Universal Health Coverage (UHC) meningkat tajam. Pada 2024, peserta UHC tercatat 98.261 orang. Tahun 2025 jumlahnya melonjak menjadi 228.859 peserta atau bertambah 130.598 orang dalam setahun.
“Perluasan ini memastikan semakin banyak warga dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terkendala biaya,” katanya.
Stunting Jadi Prioritas: Anak Semarang Harus Tumbuh Kuat
Penanganan stunting juga menjadi prioritas. Program Daycare Rumah Pelita menjangkau 160 balita, sementara Week Care menyasar 105 peserta yang terdiri dari remaja, ibu hamil, dan balita di tiga puskesmas. Pemberian tablet tambah darah menjangkau 78.612 remaja putri, 18.293 ibu hamil, dan 261 calon pengantin.
Layanan kesehatan ibu dan anak turut diperkuat. Pelayanan ibu hamil menjangkau 17.636 sasaran, ibu bersalin 17.561, bayi baru lahir 27.091, dan balita 77.484 anak. Sebanyak 60.794 balita dipantau rutin melalui 1.643 posyandu di 177 kelurahan, didukung 15.741 kader.
Puskesmas dan Pustu: Pintu Layanan Kesehatan Makin Dekat
Penguatan infrastruktur dilakukan melalui pembangunan dan rehabilitasi empat puskesmas, yakni Puskesmas Tlogosari Kulon, Kebokatan Tahap 2, Pegandan Tahap 2, dan Genuk Tahap 2, serta pembangunan dan perbaikan sejumlah Puskesmas Pembantu.
“Dengan membangun puskesmas dan pustu di beberapa wilayah, kami mempermudah dan mendekatkan akses layanan kepada masyarakat,” tegas Agustina.
Rumah Inspirasi: Tempat Warga Belajar dan Berdaya
Selain itu, tujuh Rumah Inspirasi telah dibangun di berbagai kecamatan sebagai pusat pemberdayaan sosial dan pendampingan keluarga, yaitu di Kecamatan Mijen, Tembalang, Semarang Barat, Semarang Tengah, Genuk, Gayamsari dan Kecamatan Gunungpati.
Pemerintah menargetkan perluasan layanan dan pembangunan fasilitas tambahan pada 2026, termasuk pengembangan daycare di 16 lokasi, weekcare di 40 puskesmas, serta pembangunan sembilan Rumah Inspirasi baru.
Satu tahun kepemimpinan Agustina-Iswar menegaskan komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan, dengan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat.(sun)

