Pedagang Sambut Keberadaan Toko Kue Gambang, Berharap Dapat Dongkrak Kunjungan dan Hidupkan Aktivitas
SEMARANG[BahteraJateng] – Para pedagang di Pasar Johar menyatakan terbuka terhadap kehadiran usaha baru, termasuk toko Kue Gambang. Mereka berharap kehadiran usaha baru dapat meningkatkan jumlah pengunjung dan menghidupkan kembali aktivitas pasar.
Ketua PPJP Pasar Johar Utara, Sutarno, mengatakan masuknya pelaku usaha baru justru diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat untuk kembali berbelanja di Pasar Johar.

“Kalau pengunjung banyak yang berkunjung, meskipun awalnya tidak membeli di toko tertentu, mereka jadi tahu ada berbagai jenis dagangan di sini. Dampaknya pasti ke semua pedagang,” ujarnya saat ditemui BahteraJateng pada Kamis (2/4).
Ia menegaskan, pedagang tidak menolak keberadaan toko Kue Gambang maupun usaha lain. Namun, ia mengingatkan agar setiap rencana penataan, termasuk pembukaan akses baru, tetap memperhatikan kondisi lingkungan agar tidak menimbulkan persoalan seperti kemacetan maupun banjir.

Menurutnya, sejumlah usulan teknis dari sebagian pedagang sempat muncul, seperti pembukaan akses tambahan di area tertentu untuk memudahkan pembeli. Namun, usulan tersebut ditolak karena dikhawatirkan berdampak pada lalu lintas dan kondisi drainase, terutama saat musim hujan.
Sementara itu, aktivis Kota Semarang, Didik Agus Riyanto, menilai kehadiran usaha baru di Pasar Johar Utara seharusnya dipandang sebagai bagian dari upaya revitalisasi pasar.
Ia juga meluruskan isu yang berkembang di kalangan pedagang terkait penolakan toko Kue Gambang. Menurutnya, penolakan yang muncul bukan terhadap jenis usaha tersebut, melainkan kekhawatiran adanya rencana penggusuran pedagang lama.
“Yang ditolak itu bukan tokonya, tapi kalau sampai ada pedagang lama yang harus keluar. Itu yang jadi kekhawatiran,” jelasnya.
Didik memastikan, tidak ada rencana resmi dari pemerintah untuk menggusur pedagang lama atau menggantinya dengan pedagang baru.
“Saya kemarin ketemu sama Pak Amoy (Kadinas Perdagangan-red). Bang, apa benar ini mau ada pedagang yang masuk dari luar? Enggak ada, itu bukan berita resmi. Kalau misalnya resmi pasti ada sosialisasi dari Dinas,” tuturnya.
Di sisi lain, salah satu pedagang di lantai 2 Pasar Johar Utara, Iwan Alamsah (53), menyampaikan bahwa pedagang pada prinsipnya mendukung upaya meramaikan kembali Pasar Johar, termasuk dengan hadirnya usaha baru toko Kue Gambang.
“Tidak masalah ada pedagang baru atau toko baru, justru bagus kalau pasar jadi ramai lagi. Yang penting kami tetap bisa berjualan di sini,” katanya.
Saat ini, dari total 163 lapak di lantai dua Pasar Johar Utara, baru sekitar 75 yang aktif beroperasi.
Para pedagang berharap kehadiran usaha baru seperti toko Kue Gambang dapat menjadi bagian dari solusi menghidupkan kembali Pasar Johar, tanpa mengorbankan keberlangsungan pedagang lama.

