Demo di Mapolda Jateng
Aksi damai di Mapolda Jateng menyuarakan kasus Andrie Yunus.(Dok. S Marjuki)

Demo di Mapolda Jateng, Desak Pengusutan Tuntas Kasus Andrie Yunus

SEMARANG[BahteraJateng] – Aksi unjuk rasa damai digelar di depan Mapolda Jawa Tengah, Kamis (23/4). Massa mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus teror penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang dinilai berjalan lambat dan kurang transparan.

Koordinator aksi, Irul Lawe, mengatakan bahwa proses hukum yang disebut memasuki tahap baru justru memunculkan pertanyaan publik.


“Kami melihat belum ada keterbukaan. Penanganan kasus ini terkesan lambat, padahal korban sudah mengalami luka serius dan menjalani operasi berulang,” ujarnya di sela aksi.

Kasus penyiraman air keras yang terjadi pada 12 Maret 2026 di Jakarta Pusat itu diduga melibatkan oknum dari Badan Intelijen Strategis TNI. Dugaan tersebut menjadi sorotan karena dinilai menunjukkan potensi keterlibatan aparat dalam kekerasan terhadap warga sipil.


Massa aksi juga menyoroti langkah Oditurat Militer yang telah melimpahkan berkas perkara ke pengadilan militer. Mereka menilai mekanisme tersebut belum menjamin independensi, terlebih baru empat tersangka dari kalangan militer yang diumumkan.

Sementara itu, temuan Tim Advokasi untuk Demokrasi yang menyebut adanya sekitar 16 pelaku memperkuat dugaan bahwa aksi tersebut terorganisir. Massa pun meminta agar penyelidikan diperluas hingga mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Dalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak Mahkamah Konstitusi mengabulkan perkara 147/PUU-XXI/2025, memperkuat peran Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, serta mendorong pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Selain itu, massa juga menuntut evaluasi institusi militer, penghentian tindakan represif terhadap sipil, hingga pemberian sanksi tegas berupa pemberhentian tidak dengan hormat bagi anggota yang terlibat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *