Perhutani Kebonharjo Genjot Pendapatan Non Kayu Lewat Pengembangan Wisata Watu Layar
REMBANG[BahteraJateng] – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo terus melakukan inovasi untuk meningkatkan pendapatan perusahaan non kayu. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mengoptimalkan potensi wisata hutan melalui pengembangan Wisata Rintisan Watu Layar dengan menggandeng investor.
Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Administratur/KKPH Kebonharjo, Yohanes Eka Cahyadi, saat meninjau lokasi rencana pengembangan Wisata Watu Layar pada Rabu (20/5).
Dalam kunjungan itu, Eka didampingi Kepala Seksi Perencanaan Bisnis (PPB) bersama jajaran Asisten Perhutani (Asper) wilayah guna mematangkan konsep kerja sama dengan sejumlah pihak terkait.
Eka Cahyadi mengatakan, pengembangan sektor wisata merupakan bagian dari strategi diversifikasi bisnis perusahaan agar sumber pendapatan tidak hanya bergantung pada hasil produksi kayu jati.
“Langkah ini kami ambil semata-mata untuk menggali potensi pendapatan baru (revenue generator) bagi perusahaan di bidang pariwisata. Namun yang tidak kalah penting, jika wisata Watu Layar ini terwujud dan berkembang besar, proyek ini akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di sekitar hutan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan destinasi wisata tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, mulai dari sektor kuliner, jasa, hingga ekonomi kreatif.
Ia menegaskan, sinergi antara Perhutani, investor, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Lebih lanjut, Eka juga mengingatkan seluruh jajarannya agar tetap menjaga integritas dan keharmonisan dengan lingkungan sekitar.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita harus tetap kompak, menjaga semangat kebersamaan, dan selalu memegang teguh prinsip kelestarian hutan. Salam lestari!” pungkasnya.(day)


