Warga Kendal Bentuk Korwil Aliansi, Tolak Rencana Geothermal Gunung Ungaran
KENDAL[BahteraJateng] – Tolak rencana pengembangan energi panas bumi atau geothermal di kawasan Gunung Ungaran muncul dari sejumlah warga dan kelompok pemerhati lingkungan di Kabupaten Kendal.
Puluhan warga, sukarelawan pencinta alam, pegiat sosial, lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi kemasyarakatan, serta kelompok pemerhati lingkungan berkumpul di Balkondes Tamanrejo, Kecamatan Limbangan, Kendal pada Sabtu (12/9).
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum pembentukan Koordinator Wilayah (Korwil) Kendal Aliansi Penyelamat Gunung Ungaran dan Telomoyo. Pembentukan korwil ditujukan untuk menghimpun aspirasi masyarakat, khususnya warga di wilayah utara Gunung Ungaran.
Ketua Aliansi Penyelamat Gunung Ungaran dan Telomoyo Korwil Kendal, Sri Joko Triyono, mengatakan gerakan tersebut dibentuk sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan kawasan Gunung Ungaran.
“Ini pembentukan Aliansi Penyelamat Gunung Ungaran dan Telomoyo Korwil Kendal dalam rangka penolakan pengeboran atau geothermal di wilayah Gunung Ungaran,” ujar Sri Joko.
Ia mengatakan anggota aliansi tidak hanya berasal dari Kendal, tetapi juga sejumlah warga dari Semarang dan Ungaran. Namun, mayoritas berasal dari wilayah Boja, Singorojo, dan Limbangan yang dikenal sebagai kawasan Siboli.
Menurut Sri Joko, masyarakat perlu memperoleh informasi secara menyeluruh mengenai rencana pengembangan geothermal, termasuk potensi konsekuensinya terhadap lingkungan dan kehidupan warga sekitar.
“Kita harus menyelamatkan kawasan ini. Ada kegiatan geothermal di sejumlah daerah yang juga menimbulkan persoalan dan berdampak terhadap penduduk sekitar serta ekosistem,” katanya.
Selain geothermal, masyarakat juga mendorong pemerintah mempertimbangkan sumber energi lain yang dinilai memiliki potensi di Kendal. Salah satunya pemanfaatan Bendungan Singorojo.
“Kenapa program pemerintah sebelumnya tentang bendungan yang ada di Singorojo tidak dioptimalkan? Pembangkit listriknya bisa dimanfaatkan, pengairannya jelas, dan faktor perekonomian untuk wisata akan lebih baik,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, peserta juga mendapat pemaparan mengenai sejumlah potensi dampak yang dikhawatirkan muncul dari aktivitas pengeboran geothermal. Materi tersebut kemudian menjadi bahan diskusi dan konsolidasi warga.
Ke depan, Aliansi Penyelamat Gunung Ungaran dan Telomoyo Korwil Kendal berencana memperluas komunikasi dengan masyarakat di sekitar Gunung Ungaran serta menyampaikan aspirasi secara terorganisasi.
Mereka juga mendorong adanya dialog terbuka yang melibatkan masyarakat, pemerintah, dan pihak pengembang. Menurut mereka, kebutuhan energi perlu berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari pemerintah maupun pihak pengembang terkait aspirasi penolakan tersebut. Redaksi membuka ruang bagi pemerintah, pengembang, dan pihak terkait untuk memberikan klarifikasi serta hak jawab sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.


