Helmy Purwanto
Rektor Unwahas Prof. Helmy Purwanto saat memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026, yang digelar di Kampus I Jl. Menoreh Tengah, Sampangan, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Kamis (22/10).(Dok. Humas Unwahas)

Rektor Unwahas Dukung Keterlibatan Akademisi dalam Forum Fasilitasi Pengembangan Pesantren Semarang

SEMARANG[BahteraJateng] — Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Prof. Helmy Purwanto mendukung keterlibatan akademisi dalam Forum Fasilitasi Pengembangan Pondok Pesantren Kota Semarang periode 2026–2031.

Hal itu disampaikannya seusai  upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026, yang digelar di Kampus I Jl. Menoreh Tengah, Sampangan, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, yang diikuti dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang tinggal di Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim.

“Keterlibatan tersebut diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pesantren, khususnya dalam bidang pendidikan keagamaan,” katanya kepada BahteraJateng, Kamis (22/10).

Dua dosen Unwahas masuk dalam kepengurusan forum yang dikukuhkan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Balai Kota Semarang, Kamis (22/10) pagi. Keduanya yakni Bahrul Fawaid sebagai wakil sekretaris dan Iman Fadhilah di bidang dakwah.

Helmy mengatakan, perguruan tinggi dan pondok pesantren memiliki peran yang saling melengkapi dalam dunia pendidikan. Karena itu, keterlibatan akademisi dalam forum tersebut perlu diarahkan untuk mendukung kemajuan pesantren.

“Kami jelas mendukung dan mendorong agar keterlibatan dosen-dosen di forum itu benar-benar memberikan manfaat untuk mengembangkan pondok pesantren,” ujarnya.

Menurutnya, pesantren merupakan bagian dari sistem pendidikan, terutama dalam penguatan pendidikan keagamaan. Sementara itu, perguruan tinggi berperan mengembangkan kemampuan akademik dan profesional mahasiswa.

Unwahas juga menerapkan pendekatan tersebut melalui keberadaan Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim di lingkungan kampus. Mahasiswa yang tinggal di pesantren mengikuti kajian keislaman secara rutin pada sore dan malam hari, sedangkan pada siang hari mereka menjalani perkuliahan seperti mahasiswa lainnya.

“Jadi harus seimbang. Di Wahid Hasyim juga ada pondok pesantren itu untuk menyeimbangkan kemampuan profesional akademik sekaligus menyeimbangkan dalam hal keagamaan,” tuturnya.

Helmy menilai tema Hari Santri Nasional 2026, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, mencerminkan harapan agar santri dan seluruh elemen pesantren terus berbakti serta berperan dalam pembangunan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *