| |

NU Jateng Berdayakan Lembaga dan Banom Untuk Perkuat Civil Society

SEMARANG[BahteraJateng] – Nahdlatul Ulama (NU) merasa perlu untuk memperkuat civil society melalui upaya-upaya pemberdayaan basis-basis nahdliyyin dan klaster-klaster yang dimiliki melalui kerja-kerja pemberdayaan yang taktis dan strategis.

Ketua Tanfudziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin mengatakan setelah reformasi kekuatan negara semakin menguat karena itu perlu ada kekuatan dan peran penyeimbang dari civil society


“Setelah reformasi kekuatan negara semakin menguat, kita prihatin apabila kekuatan tersebut tidak diimbangi dengan peran civil society yang kuat,” ujar Gus Rozin saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) I PWNU Jateng di kampus II Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Sabtu (24/8)

Menurutnya, oleh karena itu, NU merasa perlu memperkuat civil society dengan memberdayakan basis-basis nahdliyyin dan klaster-klaster yang dimiliki melalui kerja-kerja pemberdayaan yang taktis dan strategis.


Dalam konteks ini, lanjutnya, perlu diperhatikan dan dilihat perubahan yang terjadi ditengah dunia digital yang semakin mendominasi, tata cara dan perilaku orang dalam beragama mengalami pergeseran yang signifikan.

Dia menambahkan, perubahan yang dimaksud juga termasuk perubahan pola ekonomi yang menjadi perhatian dan pertimbangan PWNU Jawa Tengah dalam penyusunan program kerja.
Semua keprihatinan dan perubahan menuntut pengurus NU untuk secara serius menentukan program secara strategis.

Jika pilihannya memperkuat civil society, maka fokus NU tidak akan jauh dari pemberdayaan, mulai dari pengurus wilayah, cabang, MWC, hingga ranting dan anak ranting. Terkait dengan peran dan posisi Badan Otonom (Banom) yang memiliki tugas yang berbeda, semuanya tetap memiliki satu tujuan dengan PWNU Jawa Tengah, yaitu pemberdayaan masyarakat dan NU.

“Memberdayakan organisasi, jamaah, dan anggotanya adalah tugas kita bersama. Dengan besarnya Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, kita tidak akan mampu melaksanakan tugas ini tanpa kontribusi aktif dari Banom-Banom NU,” tuturnya.

Di menambahkan, forum Muskerwil I ini diharapkan akan mempertajam dan melegitimasi program kerja yang akan dijalankan oleh lembaga-lembaga di bawah PWNU Jawa Tengah masa khidmah 2024-2025. Selain itu juga untuk menyusun dan mempertajam, sekaligus memberikan legitimasi atas program kerja yang akan dijalankan oleh PWNU Jawa Tengah 2024-2025.

Perumusan program kerja Nahdlatul Ulama didasarkan pada berbagai fenomena sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan yang terjadi akhir-akhir ini.

“Kita merasa bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kedudukan NU sebagai salah satu pilar civil society atau masyarakat sipil terasa kurang optimal,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *