Bus Sekolah Gratis
Bus sekolah gratis di Kabupaten Pakpak Bharat, Provinsi Sumatera Utara.(Dok Djoko S)
|

Bus Sekolah di Pakpak Bharat: Investasi Nyata untuk Masa Depan Pendidikan

Oleh: Djoko Setijowarno

Akses pendidikan yang merata masih menjadi tantangan besar di banyak daerah terpencil Indonesia, termasuk di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Letak geografis yang berada di dataran tinggi kaki Pegunungan Bukit Barisan membuat jarak antara permukiman dan sekolah menjadi sangat jauh.


Bagi sebagian siswa sekolah dasar, menempuh perjalanan 4 hingga 5 kilometer dengan berjalan kaki setiap hari bukanlah hal yang luar biasa, melainkan rutinitas yang melelahkan. Kondisi ini bukan hanya soal jarak, tetapi juga tentang keadilan akses pendidikan.

Ketika anak-anak harus berangkat sebelum subuh, berjalan jauh di medan yang tidak selalu ramah, lalu tiba di sekolah dalam kondisi lelah dan mengantuk, proses belajar tidak lagi ideal. Konsentrasi menurun, motivasi belajar tergerus, dan prestasi akademik pun terancam.



Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi meningkatkan angka putus sekolah dan menurunkan partisipasi pendidikan. Padahal, pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan dan membangun masa depan daerah.

Di tengah tantangan tersebut, kehadiran program bus sekolah gratis di Kabupaten Pakpak Bharat patut diapresiasi sebagai langkah konkret dan berpihak pada rakyat. Dengan mengoperasikan tujuh unit bus yang melayani rute-rute strategis, pemerintah daerah berupaya menjawab persoalan mobilitas siswa secara langsung. Program ini bukan sekadar menyediakan kendaraan, tetapi juga menciptakan rasa aman, nyaman, dan kepastian bagi anak-anak untuk bersekolah tepat waktu.

Dampak positifnya sudah mulai terlihat. Siswa kini dapat tiba di sekolah dengan kondisi lebih segar, tidak lagi kelelahan akibat perjalanan panjang. Mereka lebih siap mengikuti pelajaran, lebih fokus di kelas, dan memiliki semangat belajar yang lebih baik. Bagi orang tua, program ini mengurangi beban logistik dan kekhawatiran akan keselamatan anak di perjalanan. Transportasi sekolah yang terjamin juga memberikan rasa tenang, terutama di wilayah dengan akses jalan yang terbatas.

Lebih dari itu, bus sekolah gratis merupakan bentuk investasi sosial yang strategis. Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat menunjukkan komitmen serius dengan terus meningkatkan anggaran dari tahun ke tahun. Dari Rp300 juta pada 2023, naik menjadi Rp522,75 juta pada 2024, lalu Rp706,8 juta pada 2025, dan diproyeksikan mencapai Rp800 juta pada 2026. Di tengah keterbatasan APBD, keputusan ini mencerminkan prioritas yang jelas: pendidikan harus didukung, bahkan dimulai dari hal paling mendasar, yaitu akses menuju sekolah.

Namun, program ini tidak boleh berhenti pada penyediaan armada semata. Ke depan, kualitas layanan juga harus menjadi perhatian. Kondisi bus, keselamatan penumpang, jadwal yang konsisten, serta pengawasan operasional harus dijaga dengan baik. Bus sekolah harus menjadi sarana yang aman, ramah anak, dan berkelanjutan. Pemerintah daerah juga perlu memastikan bahwa rute yang dilayani benar-benar menjangkau wilayah dengan kebutuhan tertinggi, sehingga tidak ada siswa yang tertinggal.

Selain itu, kolaborasi dengan masyarakat sangat penting. Peran orang tua, sekolah, dan perangkat desa dapat memperkuat efektivitas program ini. Misalnya, dengan pengaturan titik jemput yang aman, pengawasan anak selama perjalanan, serta edukasi tentang pentingnya kehadiran sekolah. Ketika seluruh elemen terlibat, bus sekolah tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga simbol gotong royong dalam membangun pendidikan.

Program ini juga dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang memiliki persoalan serupa. Banyak wilayah pedesaan di Indonesia menghadapi kendala jarak, minimnya angkutan umum, dan infrastruktur terbatas. Jika Pakpak Bharat mampu menunjukkan bahwa solusi sederhana seperti bus sekolah gratis dapat meningkatkan kehadiran dan semangat belajar siswa, maka kebijakan ini layak direplikasi di daerah lain.

Pada akhirnya, pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kurikulum atau fasilitas sekolah, tetapi juga oleh akses yang adil. Anak-anak tidak boleh kehilangan hak belajar hanya karena jarak dan kondisi geografis. Bus sekolah gratis adalah bukti bahwa pemerintah hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

Dengan terus memperkuat program ini, Kabupaten Pakpak Bharat tidak hanya membantu siswa sampai ke sekolah, tetapi juga mengantar mereka menuju masa depan yang lebih cerah. Investasi pada akses pendidikan hari ini adalah investasi untuk sumber daya manusia esok hari. Dan dalam konteks pembangunan jangka panjang, itulah keputusan yang paling bijak.

(Djoko Setijowarno adalah Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *