Anggota DPR RI Desy Ratnasari berhasil menyelesaikan program doktoral Fakultas Psikologi Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta. Tangkapan layar YouTube

Desy Ratnasari: Ubah Konstruksi Sosial Tak Bisa Dilakukan Perempuan Sendiri

JAKARTA [BAHTERA JATENG ] – Anggota DPR RI Desy Ratnasari menilai upaya mengubah konstruksi sosial merupakan pekerjaan rumah yang tidak bisa diselesaikan sendiri oleh perempuan.

Harapan tersebut diungkapkan dalam ujian disertasi berjudul Self Efficacy, Intensi, Persepsi Keseteraan Gender dan Motivasi Sosial Perempuan Anggota Dewan Perwakilan Rakyar Republik Indonesia Periode Tahun 2019-2024 di Program Doktor Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Univeritas Katolik Atma Jaya Jakarta. Desy Ratnasari berhasil lulus dengan predikat sangat memuaskan.


“Harapan saya terhadap perempuan tentunya dengan hasil kajian ini bisa memberikan menambah informasi meningkatkan kesadaran perempuan bahwa keberadaan kita ini penting,” ungkap Aktris kenamaan tanah air ini dalam ujian terbuka, Senin (16/9).

Dia menilai, peran perempuan dalam konteks politik sangat penting untuk menyuarakan aspirasi perempuan dituangkan di dalam legislatif, produk-produk legislasi hingga produk-produk kebijakan eksekutif. Dia berharap, masyarakat terpapar tersosialisasikan oleh konteks kesetaraan di semua bidang.


Namun demikian, kata dia, langkah harus dilakukan oleh perempuan adalah strategi. Dalam hal ini, strategi kolaborasi karena masyarakat Indonesia. Menurut dia, kecenderungn di masyarakat bernilai budaya patriarki.

Desy meneruskan, jika perempuan memiliki strategi konfrontatif biasanya cenderung ada penolakan atau cenderung muncul ketegangan antara laki-laki dan perempuan. Selanjutnya, menilai perempuan tidak sesuai dengan norma masyarakat.

“Oleh karena itu, saya mengajak perempuan untuk berkolaborasi dengan laki-laki politisi guna menempatkan persepsi kesetaraan gender dalam konteks sosial bukan dalam konteks subjektif saja dalam implementasinya,” terang dia.

Dia menerangkan, strategi untuk memperbaiki keadaan tentu harus dilakukan secara sistematis berkelanjutan dan dimasukkan di dalam program-program pemerintah. Kemeuian, didukung dengan anggaran politik dihadirkan di dalam program-program yang langsung menembus sampai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Mengubah sebuah konstruksi sosial adalah PR besar perempuan sendiri tidak bisa melakukannya sendiri,” kata dia.

Oleh karena itu, kata dia, sebagai perempuan harus terus berusaha untuk menunjukkan kesetaraan dalam kerangka kolaboratif sehingga menjadi sebuah habituasi atau kebiasaan.

“Harapannya, menjadi sebuah hal yang biasa diterima oleh masyarakat secara umum,” terang dia.

Dari sisi psikologi, kata dia, perempuan sebagai ranah studi ranah studi keunikan perempuan ini ditampilkan di dalam hasil penelitian hasil penelitian.

“Saya tunjukkan kepada saudara-saudara menyangkut terkait dengan persepsi keseteraan gender, motivasi sosial self efficacy, intensi itu adalah merupakan aspek-aspek psikologis ditampilkan kepada masyarakat,” kata dia. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *