Dewan Dorong Partisipasi Publik dalam Pembangunan Infrastruktur
SEMARANG[BahteraJateng] — Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono, mendorong masyarakat untuk lebih aktif terlibat dalam proses pembangunan infrastruktur kota.
Hal ini disampaikan dalam dialog interaktif bertema “Peran serta Masyarakat dalam Pembangunan Infrastruktur di Kota Semarang” yang digelar di Hotel Quest pada Kamis (20/11).
Dialog tersebut menghadirkan Suharsono sebagai narasumber bersama perwakilan Bappeda Kota Semarang, Anung Giyaningrih, selaku Kepala P3MKM, serta akademisi Universitas Diponegoro, Prof. Hardi Warsono.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi antara masyarakat, akademisi, dan pemangku kebijakan terkait tantangan pembangunan dan kebutuhan warga.
Dalam paparannya, Suharsono menekankan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan efektif apabila hanya bersifat top-down. Ia menilai, keterlibatan masyarakat diperlukan agar pemerintah mendapatkan masukan langsung mengenai persoalan yang dihadapi di lapangan.
“Saya mendorong warga Semarang untuk tidak hanya menjadi penonton. Masukan dan keluhan warga terkait saluran air, normalisasi sungai, maupun perbaikan jalan harus tersampaikan langsung agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah kota,” ujarnya.
Suharsono juga menyoroti pentingnya inovasi pelayanan publik. Menurutnya, partisipasi masyarakat akan memperkuat legitimasi kebijakan sekaligus memastikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.
Dalam beberapa kesempatan, Suharsono turut menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Ia menyebut laporan warga tentang jalan rusak atau saluran tersumbat harus segera direspons demi menjaga keselamatan masyarakat.
Catatan kinerja politiknya pada masa reses sebelumnya menunjukkan berbagai aspirasi publik telah disuarakan Fraksi PKS, seperti normalisasi sungai, perbaikan gorong-gorong, dan penanganan banjir di sejumlah titik rawan.
Penetapannya sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Semarang periode 2024–2029 disebut sebagai bentuk kepercayaan masyarakat. Ia menegaskan peran pimpinan dewan bukan hanya simbolis, tetapi sebagai penghubung aktif antara warga dan pemerintah.
Dialog interaktif ini diharapkan mampu menjadi jembatan aspirasi publik agar diterjemahkan dalam program pembangunan yang konkret dan berdampak bagi kesejahteraan warga Semarang.


