Irigasi Gemuruh Kembali Mengairi 161 Hektare Lahan Pertanian
BANJARNEGARA[BahteraJateng] – Perbaikan saluran irigasi sekunder Gemuruh di Kabupaten Banjarnegara memberikan angin segar bagi petani di wilayah terdampak bencana. Setelah perbaikan rampung, saluran irigasi kembali difungsikan untuk mengairi sekitar 161 hektare lahan pertanian warga.
Pemulihan jaringan irigasi tersebut diharapkan mendukung kelancaran aktivitas petani, mulai dari penyiapan lahan dan penanaman hingga masa panen. Ketersediaan pasokan air menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas pertanian di Desa Gemuruh, Masaran, dan Serang.

Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, mengatakan perbaikan saluran irigasi menjadi bagian penting dari pemulihan pascabencana. Infrastruktur tersebut merupakan saluran vital yang menopang kebutuhan pengairan lahan pertanian masyarakat.
“Dengan kembali normalnya distribusi air, petani diharapkan dapat menjalankan kegiatan bercocok tanam tanpa terkendala persoalan pasokan air. Kondisi tersebut juga diharapkan membantu memastikan proses budidaya berlangsung hingga masa panen,” tuturnya baru-baru ini.

Perbaikan saluran sekunder Gemuruh dilakukan melalui respons cepat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak. Saluran yang merupakan peninggalan era kolonial itu rampung diperbaiki pada hari ke-79 pascabencana.
Wakhid meminta masyarakat ikut menjaga saluran yang telah diperbaiki agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Ia secara khusus mengingatkan warga dan pengelola irigasi agar tidak membuat sodetan ilegal maupun memasang paralon secara tidak resmi.
Menurutnya, praktik tersebut dapat mengganggu pemerataan distribusi air sekaligus berpotensi merusak konstruksi saluran dan memicu erosi.
Pengelolaan kebutuhan air, baik untuk lahan pertanian maupun kolam, akan ditata melalui koordinasi P3A, pemerintah desa, dan Dinas Pertanian. Langkah tersebut dilakukan agar pembagian air dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat secara adil.
Kepala BBWS Serayu Opak Parlin H. Goman Simanungkalit, mengatakan konstruksi saluran yang baru telah melalui perencanaan dan pengujian material secara ketat.
“Pemantauan dan pemeliharaan berkala juga akan dilakukan untuk memastikan aliran air tetap optimal bagi petani,” katanya.

