|

Jelang Hari Jadi Blora ke-275, Pemkab Blora Gelar Ziarah ke Makam Bupati Terdahulu di Luar Daerah

BLORA[BahteraJateng] – Menjelang peringatan Hari Jadi Blora ke-275, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora kembali menggelar tradisi ziarah ke makam para bupati terdahulu yang berada di luar wilayah Blora. Kegiatan ziarah dan tabur bunga ini berlangsung secara maraton pada Jumat (29/11/2024) hingga Sabtu (30/11/2024).

Koordinator kegiatan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Blora, Dasiran, S.Ag., M.Si., menjelaskan bahwa acara ini merupakan bentuk penghormatan atas jasa para almarhum bupati yang pernah memimpin Blora. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan dengan keluarga para almarhum.


“Kegiatan ini telah menjadi agenda rutin tahunan menjelang Hari Jadi Kabupaten Blora. Seperti tahun sebelumnya, doa bersama juga digelar di setiap makam yang dikunjungi,” ujar Dasiran.

Rangkaian ziarah dimulai dari TPU Salaman Moyo, Kecamatan Semarang Barat, untuk mengenang almarhum Bupati Soekardi Hardjoprawiro, MBA, yang menjabat pada 1989-1999. Selanjutnya, rombongan menuju TPU Jangkang, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Semarang, ke makam Soekirno Sastro Dimejo, Bupati Blora tahun 1960-1966.


Perjalanan berlanjut ke Kabupaten Temanggung untuk berziarah ke makam H. Soemarno Tjokro Saputro, SH, Bupati Blora periode 1979-1989. Pada malam harinya, rombongan bermalam di Yogyakarta sebelum melanjutkan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Yogyakarta, tempat almarhum Soepadhi Joedodarmo (Bupati 1973-1979) dimakamkan.

Rangkaian ziarah diakhiri di TMP Kusuma Bhakti, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, dengan tabur bunga di makam Srinardi, yang menjabat Bupati Blora tahun 1966-1973.

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Staf Ahli Bupati Blora Retno Kusumowati, S.Sos., M.Si.; Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Blora Agus Puji Mulyono, S.Sos., M.Si.; Kepala Badan Kesbangpol Blora Sujianto, SE, MM; serta sejumlah perwakilan OPD, staf Kemenag Blora, dan tim doa.

Tradisi ini menjadi bagian dari upaya melestarikan nilai-nilai sejarah serta menghormati kontribusi para pemimpin terdahulu yang telah berjasa bagi Blora.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *