Bendungan Gerak Bojonegoro
Tim SAR gabungan mengevakuasi lansia warga Ngeblak, Kradenan, Kabupaten Blora yang tenggelam di Bengawan Solo ditemukan Bendungan Gerak Bojonegoro, Rabu (21/1).(Dok. Humas Basarnas)

Lansia Warga Ngeblak yang Tenggelam di Bengawan Solo Ditemukan di Bendungan Gerak Bojonegoro

BLORA[BahteraJateng] – Basarnas bersama tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang warga lanjut usia bernama Gami (76) yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dusun Ngandong RT 01/RW 04, Desa Ngeblak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (21/1), setelah tiga hari pencarian.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Berdasarkan keterangan Kepala Desa Ngeblak, Eko Puryono, korban berpamitan kepada anaknya untuk pergi ke tepi sungai dengan tujuan buang air besar (BAB).

Namun diduga korban terpeleset saat berada di tepi sungai dan sempat berteriak meminta tolong sebelum akhirnya terseret arus Sungai Bengawan Solo.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan laporan kejadian diterima pada Senin (19/1/2026) pagi. Pihaknya langsung mengerahkan satu tim dari Unit Siaga SAR Rembang untuk melakukan operasi pencarian.

“Kami menerima laporan pada Senin pagi dan segera mengirimkan satu tim dari Unit Siaga SAR Rembang untuk melaksanakan pencarian,” ujar Budiono pada Kamis (22/1).

Pada hari ketiga pencarian, Rabu (21/1/2026), tim SAR gabungan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) guna memperluas area pencarian. Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet dan peralatan SAR air menyusuri aliran Sungai Bengawan Solo.

Upaya tersebut membuahkan hasil sekitar pukul 17.00 WIB. Korban ditemukan sejauh kurang lebih 35 kilometer dari lokasi kejadian awal, tepatnya di pintu air Bendungan Gerak Bojonegoro, Jawa Timur.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Sosodoro Jatikusumo Bojonegoro untuk penanganan lebih lanjut.

Budiono menambahkan, proses pencarian sempat terkendala kondisi medan yang sulit, seperti arus sungai yang deras, air keruh, serta banyaknya sampah di aliran sungai. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 17.30 WIB.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang terlibat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *