Menpar: Pariwisata Adalah Pertahanan Ekonomi Nasional
JAKARTA [BahteraJateng]- Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menilai sektor pariwisata dapat menjadi alat pertahanan ekonomi nasional dalam menghadapi tekanan eksternal akibat kebijakan tarif dagang dari Amerika Serikat.
“Indonesia mampu mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki sektor pariwisata sebagai sumber devisa utama yang bebas dari hambatan perdagangan,” ungkap Menpar dikutip dari kemenpar.go.id, Sabtu (5/4).

Menurut dia, jika ekspor barang terkena tarif tinggi harus melihat sektor lain agar bisa menjadi penyeimbang. Pariwisata adalah bentuk ekspor jasa tidak terganggu oleh kebijakan tarif dagang.
“Dengan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, kita dapat menjaga stabilitas Rupiah dan cadangan devisa,” kata dia Menpar Widiyanti.


Dia melanjutkan, dengan kekayaan alam, seni budaya dan kreativitas masyarakat Indonesia memiliki potensi inheren pariwisata sangat tinggi. Namun begitu, persebaran 13,9 juta wisatawan mancanegara hadir di Indonesia saat ini masih sangat terpusat di destinasi tertentu.
“Kemenpar mengajak pelaku usaha pariwisata di seluruh daerah untuk bersiap dan beraksi, memanfaatkan peluang dari perubahan dinamika global untuk menggiatkan Indonesia sebagai destinasi wisata dunia,” terang dia.
Kemenpar juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan, potensi pariwisata Indonesia tidak hanya terbatas di destinasi tertentu saja, tetapi juga dimulai dari desa. Kemenpar terus mengembangkan desa wisata dan mendorong aktivitas ekonomi berbasis pariwisata di seluruh Indonesia.
“Langkah ini bertujuan untuk mendistribusikan manfaat ekonomi secara merata dan mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekspor manufaktur terkena dampak tarif,” kata dia.
Kemenpar mengajak pelaku usaha pariwisata di semua destinasi untuk tidak semata-mata mengejar jumlah kunjungan, namun juga mengusahakan pengalaman wisata berkualitas menarik pengeluaran berwisata lebih tinggi.
“Kami optimistis bahwa sektor pariwisata tidak hanya mampu menopang perekonomian nasional di tengah tekanan eksternal, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai destinasi unggulan di kancah global,” terang dia.

