Rakor NU Peduli Jateng
|

NU Peduli Jateng Perkuat Sinergi Kemanusiaan Lewat Rakor Zona Pekalongan Raya

SLAWI[BahteraJateng] — NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi (rakor) kemanusiaan zona Pekalongan Raya di Lasnur Convention Hall, Jalan Ahmad Yani, Slawi, Kabupaten Tegal pada Minggu (15/2). Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan.

Rakor dihadiri unsur Tanfidziyah PCNU se-Pekalongan Raya, LPBI, LAZISNU, serta LP Ma’arif di tingkat cabang. Kehadiran lintas lembaga tersebut menegaskan komitmen Nahdlatul Ulama dalam membangun sistem kemanusiaan yang terkoordinasi dan berkelanjutan.


Ketua NU Peduli Jawa Tengah, Muchammad Pudji Wibowo, menjelaskan rakor dilatarbelakangi tingginya intensitas bencana di kawasan Pekalongan Raya yang kerap terdampak banjir, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi.

“NU Peduli memiliki tanggung jawab moral dan struktural untuk memastikan setiap respons kebencanaan berjalan cepat, tepat, terkoordinasi, serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.


Ia menambahkan, rakor tingkat zona ini merupakan yang pertama digelar dan menjadi langkah awal membangun kesamaan visi serta pola kerja antar lembaga NU.

Tiga agenda utama dibahas, yakni penyusunan standar operasional penanganan bencana di tingkat cabang, sinkronisasi program tanggap darurat, serta penguatan sistem pelaporan kegiatan dan keuangan.

Menurut Pudji, LPBI berperan sebagai tulang punggung kerelawanan dan respons kebencanaan, LAZISNU dalam penggalangan donasi, sementara LP Ma’arif memiliki kerentanan tinggi karena banyak lembaga pendidikan berada di wilayah rawan bencana.

Sementara itu, Ketua LAZISNU PWNU Jawa Tengah, Muhammad Mahsun, menuturkan perlunya sistem zonasi berbasis eks-karesidenan.

“Zona Pekalongan Raya dipilih sebagai proyek percontohan karena beberapa wilayah tengah menghadapi bencana,” jelasnya.

Melalui rakor ini, NU Peduli menargetkan terbentuknya peta kerawanan bencana, potensi sumber daya, serta langkah penanganan terpadu mulai dari fase tanggap darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi di wilayah Pekalongan Raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *