Penemuan Mayat di Kebun Tebu Brebes, Korban Dibunuh Mantan Suami
BREBES[BahteraJateng] – Polres Brebes berhasil mengungkap penemuan mayat eanita di area kebun tebu Dusun Gintung, Desa Dukuhtengah, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Minggu (25/5).
Korban diketahui bernama Santi binti Sutrisno, warga setempat. Ia ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka serius disekujur tubuhnya. Penemuan jasad korban sontak menggemparkan warga sekitar.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan awal, polisi menduga kuat bahwa korban tewas akibat tindak pidana pembunuhan.
Setelah melalui serangkaian penyelidikan dan pengejaran, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Brebes berhasil mengamankan pelaku pada Senin, 2 Juni 2025. Pelaku diketahui bernama Wantiyo, yang ternyata merupakan mantan suami korban. Ia ditangkap saat berada di sebuah minimarket di wilayah jalur Pantura, Brebes.
Dalam konferensi pers pada Senin malam, Kasat Reskrim Polres Brebes AKP Resandro Handriajati, didampingi Kanit Resmob Aiptu Titok Ambar Pramono, menyampaikan bahwa pelaku kini telah ditahan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di Unit 1 Satreskrim.
“Pelaku adalah mantan suami korban. Ia berhasil kami tangkap saat berada di sebuah minimarket di wilayah Pantura Brebes,” ungkap AKP Resandro.
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku nekat membunuh mantan istrinya karena rasa sakit hati. Ia mengklaim bahwa selama pernikahan, dirinya sering mendapatkan perlakuan kasar secara verbal dari korban.
“Motif pembunuhan didasari oleh sakit hati. Pelaku mengaku sering dimaki-maki oleh korban selama mereka masih menjadi pasangan suami istri,” jelasnya.
Puncak emosi tersebut terjadi setelah keduanya terlibat adu mulut. Dalam kondisi emosi tak terkendali, pelaku kemudian membacok korban menggunakan kapak sebanyak empat kali hingga tewas di lokasi kejadian.
Saat ini, polisi masih mendalami kasus ini lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya unsur pembunuhan berencana. Pemeriksaan terhadap pelaku terus dilakukan untuk mengungkap latar belakang dan kronologi secara menyeluruh.
“Kami masih mendalami apakah ada unsur perencanaan dalam pembunuhan ini. Pemeriksaan terhadap pelaku masih berlangsung,” pungkas AKP Resandro.
Kasus ini menyita perhatian publik dan menjadi pengingat pentingnya penanganan konflik rumah tangga secara bijaksana, agar tidak berakhir tragis dan merenggut nyawa.(sun)

