Adnas
Komisaris Utama Independen Bank Jateng, Adnas.(Dok. Bank Jateng)

Perkuat Pengawasan, Bank Jateng Optimalkan Audit Internal untuk Mitigasi Fraud

SEMARANG[BahteraJateng] – Bank Jateng terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dengan mengoptimalkan peran Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) dalam memitigasi risiko kecurangan (fraud). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan nasabah di tengah tantangan industri perbankan yang semakin kompleks.

Komisaris Utama Independen Bank Jateng, Adnas, mengatakan SKAI memiliki peran strategis sebagai lini ketiga dalam kerangka Three Lines Model. Selain memberikan fungsi assurance yang independen dan objektif, SKAI juga berperan sebagai mitra konsultatif bagi setiap lini untuk memastikan proses manajemen risiko dan pengendalian berjalan efektif.

“Bank Jateng terus memastikan SKAI bekerja secara independen, kompeten, dan memiliki akses informasi yang memadai sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujarnya baru-baru ini.

Ia menegaskan audit yang diterapkan berbasis risiko (risk-based audit), dilakukan secara berkelanjutan, memanfaatkan analisis data, bersifat preventif, serta mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Ia menjelaskan, SKAI telah menerapkan Fraud Risk Assessment secara konsisten untuk memprioritaskan audit pada area dengan risiko fraud tertinggi serta melakukan pemetaan profil risiko secara real time guna mengantisipasi berbagai modus operandi.

Sejalan dengan perkembangan teknologi, Bank Jateng juga mendorong digitalisasi proses audit melalui pemanfaatan analitik data dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

“Teknologi tersebut memungkinkan pendeteksian dini terhadap anomali transaksi, yang diperkuat dengan penerapan Early Warning System agar setiap penyimpangan prosedur dapat diidentifikasi sebelum menimbulkan kerugian,” jelasnya.

Adnas menambahkan, implementasi strategi anti-fraud sesuai POJK Nomor 12 Tahun 2024 membutuhkan koordinasi yang kuat antardivisi, khususnya antara SKAI, Divisi Enterprise Risk Management, dan Divisi Kepatuhan.

Selain penguatan sistem, Bank Jateng juga terus membangun budaya integritas melalui pelatihan berkala dan sertifikasi kompetensi auditor internal. Menurutnya, integritas sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam mencegah fraud sekaligus menjaga reputasi Bank Jateng.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *