SDN Pendrikan Lor 02 Semarang
Kondisi salahsatu ruangan kelas di SDN Pendrikan Lor 02 Semarang yang rusak.(Foto. BahteraJateng/day)
|

Berada Dipusat Kota, Empat Ruangan SDN Pendrikan Lor 02 Semarang Rusak Berat

SEMARANG[BahteraJateng] – Empat ruangan di SD Negeri Pendrikan Lor 02 Semarang yang terletak dipusat Kota Semarang mengalami kerusakan berat akibat dimakan rayap sehingga dinilai membahayakan keselamatan siswa. Kondisi tersebut memaksa pihak sekolah memindahkan kegiatan belajar mengajar ke ruangan lain yang lebih aman.

Hal tersebut kontras dengan pernyataan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng yang menegaskan komitmennya mewujudkan ekosistem sekolah yang ramah anak dan bebas dari perundungan (bullying).

Dalam Konferensi Anak Kota Semarang 2026 pada Rabu (22/7), Agustina menegaskan bahwa predikat Kota Layak Anak bukan sekadar penghargaan, melainkan harus diwujudkan melalui lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak

Pengamatan BahteraJateng dilokasi, ruangan yang mengalami kerusakan meliputi kelas 2A, kelas 2B, perpustakaan, dan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Selain kusen kayu yang lapuk akibat rayap, rangka atap bangunan juga dilaporkan mulai rapuh karena usia bangunan yang telah puluhan tahun.

Kepala SD Negeri Pendrikan Lor 02 Semarang, Dwi Hartiningsih, mengatakan kerusakan terus memburuk sehingga sekolah harus mengutamakan keselamatan peserta didik selama proses pembelajaran.

“Banyak kerusakannya. Terutama kelas 2A, kelas 2B, UKS, serta perpustakaan. Kayu kusennya hampir habis dimakan rayap. Atap-atapnya juga sangat berbahaya bagi siswa-siswa kami,” ujarnya kepada BahteraJateng, Selasa (28/7/2026).

Menurut Dwi, pembelajaran tidak lagi selalu dilakukan di ruang kelas. Siswa dipindahkan secara bergantian ke kelas lain, musala, maupun area terbuka di lingkungan sekolah agar terhindar dari risiko bangunan yang sewaktu-waktu dapat roboh.

“Saya ungsikan anak-anak ke kelas yang lain yang lebih aman. Kadang ke musala, kadang belajar di luar kelas. Yang penting masih di lingkungan sekolah dan anak-anak tetap bisa belajar,” katanya.

Kerusakan bangunan juga sempat menyebabkan sebagian genting ruang kelas roboh pada Desember lalu. Perbaikan darurat dilakukan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), namun hanya mampu mengganti sebagian kecil kerusakan.

“Kemarin sempat roboh gentingnya. Saya perbaiki memakai dana BOS. Alhamdulillah bisa diperbaiki sebagian, tetapi untuk memperbaiki semuanya dana BOS tidak mampu,” jelasnya.

Guru senior SD Negeri Pendrikan Lor 02, Ratna Armina, menambahkan bangunan yang rusak belum pernah mendapatkan renovasi besar selama sekitar 15 tahun terakhir. Menurutnya, sekolah telah mengajukan permohonan perbaikan kepada dinas terkait, namun hingga kini belum terealisasi.

Di tengah keterbatasan fasilitas, sekolah tetap melayani 298 siswa dan memastikan seluruh kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Pihak sekolah berharap pemerintah segera merealisasikan renovasi menyeluruh agar siswa dapat belajar di lingkungan yang aman dan nyaman tanpa dibayangi kekhawatiran akan kondisi bangunan yang rapuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *