Komposisi makanan saat sahur dan berbuka Puasa dengan memperbanyak buah, sayur dan protein selama Ramadan perlu diperhatikan untuk merasakan manfaat bagi kesehatan tubuh. Dok Bahtera Jateng
|

Puasa Upaya Ubah Pola Makan Pangkas Risiko Jantung

JAKARTA [BahteraJateng]- Puasa mendorong individu untuk mengatur pola makan dinilai efektif meminimalisir penyakit degenaratif asal dilakukan dengan tepat.

“Puasa selama bulan Ramadan memicu perubahan gaya hidup terutama pola makan dengan tujuan baik untuk kesehatan,” ungkap Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Makhyan Jibril Al Farabi saat Siaran Radio Kesehatan bertajuk Puasa Bisa Menurunkan Risiko Penyakit Jantung?, belum lama ini, dilansir dari Kementerian Kesehatan RI.


Dia melanjutkan, puasa dilakukan tepat akan efektif menurunkan lipid, lemak dan insulin bekerja lebih baik. Puasa dilakukan secara konsisten bisa menurunkan berat badan yang berisiko memicu penyakit lainnya.

Dia melanjutkan, Puasa Ramadan maupun beragam puasa secara universal seperti Intermitten Fasting, Diet Ketogenik, Calorie Restriction memiliki prinsip asupan kalori masuk lebih rendah daripada dikeluarkan untuk energi. Puasa tidak akan efektif jika menyantap makanan berlebihan berdalih menahan lapar.


“Prinsip berpuasa adalah menahan segala sesuatu tidak tercapai. Terlebih defisit kalori selama menjalankan puasa juga tidak dapat tercapai,” kata dia.

Sedangkan, kata dia, perilaku pola makan bisa dibentuk jika dilakukan rutin selama 21 hari. Manfaat puasa tidak secara instan dirasakan oleh tubuh.

“Puasa tidak hanya ibadah saja melainkan mengajarkan meningkatkan kesadaran memilah makanan masuk,” terang dia.

Oleh sebab itu, komposisi makanan saat sahur dan berbuka juga wajib diperhatikan. Meliputi perbanyak protein dan sehat dan mengurangi lemak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *