Lies Iswar Aminuddin
Ketua TP PKK Kota Semarang, Listyati Purnama Rusdiana atau Lies Iswar Aminuddin.(Foto. BahteraJateng/day)
|

Respons Protes Para Mamah Muda, Lies Iswar: Kegiatan PKK Bukan Kewajiban

SEMARANG[BahteraJateng] — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Semarang, Listyati Purnama Rusdiana atau Lies Iswar Aminuddin, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan PKK bukan kewajiban setiap ibu rumah tangga.

Pernyataan tersebut disampaikan Lies merespons keluhan sejumlah ibu-ibu muda di media sosial yang memprotes banyaknya agenda PKK di lingkungan tempat tinggal mereka. Keluhan itu memunculkan perbincangan mengenai waktu dan tenaga yang harus disediakan warga untuk mengikuti kegiatan organisasi tersebut.

Lies menjelaskan, PKK merupakan wadah pemberdayaan masyarakat yang mengedepankan semangat sosial dan kerelawanan. Karena itu, warga tidak seharusnya merasa dipaksa mengikuti seluruh agenda yang diselenggarakan pengurus.

“Yang menjadi anggota PKK itu orang-orang yang memang tidak ada kewajiban. Tidak ada ketentuan bahwa setiap warga atau setiap ibu-ibu harus ikut PKK. Organisasi ini lebih banyak berorientasi pada kegiatan sosial,” kata Lies pada Kamis (15/10).

Ia mempersilakan warga berpartisipasi sesuai kemampuan dan ketersediaan waktu masing-masing. Menurutnya, kesibukan pekerjaan maupun tanggung jawab keluarga perlu menjadi pertimbangan dalam keterlibatan warga di kegiatan sosial.

“Kalau ibu-ibu PKK yang ikut, ya silakan bergabung. Kalau memang waktunya sibuk atau tidak memungkinkan, monggo, itu terserah masing-masing,” ujarnya.

Lies menambahkan, kegiatan PKK mengacu pada 10 Program Pokok PKK berdasarkan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK periode 2025–2030. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memberdayakan masyarakat.

PKK juga menjadi mitra pemerintah dalam mendukung berbagai program daerah, termasuk kesehatan dan lingkungan. Namun, Lies menegaskan, partisipasi warga dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kontribusi, tidak harus dengan menghadiri setiap pertemuan.

“Yang penting, bagaimana kita tetap berteman dengan tetangga dan lingkungan. Bentuk partisipasinya bisa dilakukan sesuai kemampuan masing-masing warga,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *