|

SCCR & UAPI:  Rumah Peradaban Sain di Gunungpati Semarang

 Oleh: Ahmad Rofiq

Sejak pertengahan November 2024, saya mendapat amanah dari Prof. Agung Putra, pendiri dan komisaris Stem Cell and Cancer Research (SCCR) yang berlokasi di Gunungpati, Semarang, untuk menjadi rektor Institut Karya Mulia Bangsa (IKMB).


Prof. Agung memiliki mimpi besar agar IKMB segera bertransformasi menjadi Universitas Agung Putra Indonesia (UAPI). Demi mendukung jihad akademik dan riset beliau, saya menerima amanat ini dengan penuh kesungguhan untuk membangun SCCR dan UAPI sebagai Rumah Peradaban Sain.

Saya optimis, dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, kawasan Gunungpati akan menjadi destinasi utama wisata edukasi dan pusat riset akademik, mendampingi Universitas Wahid Hasyim yang telah lebih dulu eksis selama lebih dari dua puluh lima tahun.


SCCR sendiri adalah lembaga riset kanker dan industri farmasi yang belum lama ini mendapatkan izin CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari pemerintah. Dengan izin ini, SCCR resmi menjadi industri farmasi besar yang mampu memproduksi hasil risetnya secara mandiri dan terverifikasi oleh lembaga berwenang.

Perjalanan panjang yang telah ditempuh oleh SCCR bukanlah tanpa tantangan. Dengan penuh ketekunan, jihad ilmiah dilakukan dengan memanfaatkan peralatan laboratorium canggih dan super-modern yang tentunya memerlukan biaya besar.

Namun, jihad ini tidak hanya dilakukan secara intelektual (bi l-fikri), tetapi juga secara spiritual (bi l-dzikri dan bi l-du’a), sehingga Allah SWT memberikan jalan bagi SCCR untuk berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, termasuk bagi para pejabat tinggi negeri ini.

Prof. Agung merujuk kepada janji Allah dalam QS. Al-‘Ankabut ayat 69: “Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.” Ayat ini menjadi motivasi utama bahwa kerja keras dalam ilmu dan kemanusiaan akan selalu mendapat jalan dari Allah.

SCCR: Rumah Peradaban Sain

Dengan fokus utama pada riset, SCCR telah menghasilkan 51 karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal internasional, mendukung 50 penelitian mahasiswa pascasarjana, serta meraih tiga penghargaan dan dua Hak Kekayaan Intelektual (HaKI). Situs web SCCR juga telah menarik puluhan ribu pengunjung yang menunjukkan minat besar terhadap perkembangan riset ini.

SCCR beralamat di Jl. Kol. R. W. Sugiarto RT. 02/RW 05, Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Melalui lembaga ini, Prof. Agung bercita-cita meraih penghargaan Nobel di bidang kesehatan dan membangun kembali peradaban sain yang pernah mewarnai dunia, khususnya pada masa kejayaan Ibnu Sina.

Menyebut Rumah Peradaban Sain mengingatkan kita pada Ibnu Sina, ilmuwan Muslim besar yang juga dikenal sebagai Avicenna. Ia merupakan dokter, astronom, dan filsuf paling berpengaruh pada era pra-modern.

Ibnu Sina sangat produktif dalam menulis, dengan total sekitar 450 karya, termasuk The Canon of Medicine yang menjadi rujukan standar di dunia kedokteran selama berabad-abad.

SCCR dan UAPI mengambil inspirasi dari tradisi keilmuan Ibnu Sina serta perintah pertama dalam wahyu Allah, yakni membaca (QS. Al-‘Alaq: 1-5). Ilmu yang berbasis kesadaran teologis ini menjadi landasan dalam membangun Rumah Peradaban Sain yang tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga nilai-nilai spiritual yang kuat.

Ekspansi Besar SCCR dan UAPI

SCCR tidak berhenti pada laboratorium riset, tetapi terus memperluas pengaruhnya. Di antaranya dengan pembangunan Resort Karenina Agung, yang dirancang setara hotel bintang lima untuk menampung pasien dan keluarga dari luar kota dan luar negeri.

Kemudian, dalam kawasan seluas 20 hektare, sedang dibangun Universitas Agung Putra Indonesia (UAPI) yang diharapkan menjadi pusat pendidikan berbasis riset dan inovasi. Selain itu, SCCR juga mengembangkan Sain de Resto, yang menawarkan menu sehat berbasis telur, ayam, dan kambing yang diproses secara ilmiah untuk meningkatkan kandungan gizinya sekaligus meminimalkan bahan kimia berbahaya.

Lebih dari itu, SCCR tengah membangun Kampung Herbal seluas lima hektare, yang difungsikan sebagai pusat penelitian dan budidaya tanaman obat. Tidak lama lagi, akan berdiri Agung Putra Hospital, rumah sakit bertaraf internasional yang dirancang untuk menjadi pusat pelayanan kesehatan berbasis riset.

Seluruh ekosistem ini dibangun dengan pendekatan yang holistik, menggabungkan riset ilmiah, pendidikan, dan layanan kesehatan dalam satu kesatuan. Dengan adanya Rumah Peradaban Sain, diharapkan Indonesia dapat menjadi pelopor dalam inovasi kedokteran berbasis stem cell dan terapi kanker yang lebih efektif dan terjangkau.

Membangun Keseimbangan Ilmu dan Agama

Sebagai bagian dari komitmen membangun keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan spiritualitas, SCCR secara rutin mengadakan kajian ilmiah keagamaan, santunan anak yatim, serta berbagai kompetisi di kalangan karyawan.

Selama bulan Ramadan, kegiatan berbuka puasa dan tarawih bersama menjadi tradisi untuk mempererat hubungan spiritual di antara seluruh civitas akademika.

Hal ini mencerminkan keseimbangan antara kerja ilmiah (ijtihad saintifik) dan pendekatan spiritual, sehingga ilmu yang dikembangkan tidak hanya bersifat materialistik, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi.

Mimpi Besar SCCR dan UAPI

Seluruh keluarga besar SCCR Indonesia di Semarang, serta civitas akademika IKMB yang segera bertransformasi menjadi Universitas Agung Putra Indonesia, terus bekerja keras untuk mewujudkan visi besar ini.

Kami percaya bahwa dengan komitmen tinggi dan doa yang tulus, SCCR dan UAPI akan menjadi pusat riset dan pendidikan yang mampu bersaing di tingkat global.

Gunungpati akan segera menjadi pusat Rumah Peradaban Sain, tempat di mana ilmu dan teknologi bertemu dengan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan. Kami yakin bahwa Allah SWT akan membimbing langkah-langkah kami menuju kesuksesan.

“Kerja keras dengan komitmen tinggi, langitkan doamu, Allah ‘Azza wa Jalla pasti akan memandu jalanmu.”

(Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA., adalah Ketua PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Tengah, Guru Besar Hukum Islam Pascasarjana UIN Walisongo,  dan Rektor IKMB yang segera beralih menjadi Universitas Agung Putra Indonesia (UAPI) Semarang)

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *