| |

Simposium “Polantas Menyapa” Dorong Tata Kelola Angkutan Logistik Berkeselamatan

YOGYAKARTA[BahteraJateng] – Untuk meningkatkan keselamatan di jalan raya, Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY pada Kamis, 24 Juli 2025 akan menggelar Simposium Nasional “Polantas Menyapa”.

Kegiatan yang mengangkat tema “Terwujudnya Tata Kelola Angkutan Logistik yang Berkeselamatan Guna Mendukung Peningkatan Kualitas Keselamatan di Jalan Raya.” akan diselenggarakan di Wyndham Garden Yogyakarta Conference Hotel.


Simposium ini akan dibuka oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, serta menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor transportasi dan logistik. Kegiatan juga diikuti secara daring oleh para Dirlantas Polda seluruh Indonesia melalui Zoom Meeting.

Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Kombes Pol Yuswanto Ardi, menyebut tata kelola angkutan logistik saat ini belum sepenuhnya berorientasi pada keselamatan.


Ia mengungkapkan bahwa dalam lima tahun terakhir, tercatat 61 kecelakaan menonjol melibatkan kendaraan angkutan logistik.

“Fenomena over dimension dan overload (ODOL) menjadi akar persoalan yang belum tertangani secara optimal,” ujarnya pada Rabu (23/7).

Menurutnya, masih terdapat kesenjangan antara regulasi dengan praktik di lapangan. Banyak pihak menilai penegakan aturan secara ketat bisa menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang besar. Oleh karena itu, simposium ini digelar sebagai forum dialog terbuka.

Simposium menggunakan format Focus Group Discussion (FGD) untuk merumuskan rekomendasi berbasis realitas lapangan. Tujuannya adalah menyusun rencana aksi bertahap yang tidak menimbulkan efek kejut bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara regulator, operator angkutan, komunitas pengguna jalan, dan penegak hukum.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif “Polantas Menyapa” sebagai bentuk komunikasi dua arah antara polisi lalu lintas dan masyarakat.

“Hasil dari forum ini diharapkan melahirkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan bisa diterapkan secara nasional,” tandas Yuswanto.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *