Sinergitas KPU Jateng dan Media Jadikan Pilkada 2024 Berkualitas

SEMARANG[BahteraJateng] – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah,  Handi Tri Ujiono melalui Kadiv. Perencanaan dan Logistik, Basmar Perianto Amron, menekankan pentingnya sinergi antara KPU Jateng dan media dalam menyampaikan informasi pemilu kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan dalam acara media gathering KPU Jateng dengan tema “Refleksi Pena Menakar Pemberitaan pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2024”, bertempat di Hotel Harris Kota Semarang, pada Kamis, 19 Desember 2024.


“Media tidak hanya menjadi sarana penyebaran informasi, tetapi juga pilar keempat demokrasi setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif,” ujarnya.

Basmar mengatakan bahwa media berperan penting dalam memastikan informasi pemilu tersampaikan secara utuh, sehingga masyarakat tidak kehilangan hak-haknya sebagai warga negara.


“Prof. Jimly Asshiddiqie pernah menyebutkan bahwa media dan penyelenggara pemilu adalah penguat demokrasi,” imbuhnya.

Forum-forum diskusi seperti ini, menurut Basmar, idealnya dilakukan secara periodik, tidak hanya menjelang pemilu atau pilkada. Hal ini bertujuan membangun pemahaman masyarakat terhadap pemilu yang bersih, sehingga kualitas penyelenggaraan pemilu terus meningkat.

Proses Tahapan Pilkada 2024

Anggota KPU, M. Machruz, menyampaikan refleksi penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024. Ia menyebut bahwa Divisi Teknis adalah “jantung” dari penyelenggaraan pemilu. Proses dimulai dari tahapan pencalonan, termasuk pendaftaran jalur perseorangan.

“Di Jawa Tengah, dua pasangan calon melalui jalur perseorangan, yakni di Kabupaten Tegal dan Sukoharjo. Namun, keduanya akhirnya tidak maju melalui jalur tersebut karena tidak memenuhi syarat verifikasi faktual,” tuturnya.

Pada 27-29 Agustus 2024, pendaftaran pasangan calon dari jalur perseorangan dan partai politik berlangsung. Di tingkat Provinsi Jawa Tengah, dua pasangan calon yang terdaftar adalah Andika-Hendi dan Luthfi-Taj Yasin. Secara keseluruhan, dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, terdapat 1 pasangan calon di 3 wilayah, 2 pasangan calon di 24 wilayah, 3 pasangan calon di 7 wilayah, dan 4 pasangan calon di Kabupaten Cilacap.

Tahapan berikutnya adalah verifikasi administrasi dan penetapan calon pada 22 September 2024, diikuti pengundian nomor urut pada 23 September 2024.

“Proses ini berjalan lancar tanpa laporan gangguan atau informasi minor terkait pelayanan KPU kepada pasangan calon,” imbuhnya.

Pelaksanaan Pungut Hitung dan Rekapitulasi

Proses pungut hitung berlangsung pada 27 November 2024. Meski ada insiden kecil yang menyebabkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di dua TPS, yakni di Kabupaten Karanganyar dan Pemalang, hal ini tidak berdampak signifikan pada proses keseluruhan. PSU dilakukan pada 30 November 2024 dengan pengamanan yang ditingkatkan, dan berjalan lancar.

Rekapitulasi suara menggunakan aplikasi SIREKAP di tingkat kecamatan pada 29 November hingga 1 Desember 2024, diikuti tingkat kabupaten/kota pada 2-5 Desember 2024, dan tingkat provinsi pada 7 Desember 2024. Seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal tanpa kendala berarti.

Kualitas Pilkada Jawa Tengah 2024

Kadiv. Hukum dan Pengawasan, Muslim Aisha, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam Pilkada Jawa Tengah 2024. Ia mencatat bahwa partisipasi pemilih di Jawa Tengah menjadi yang tertinggi dibanding provinsi lain di Pulau Jawa, meningkat dari Pilgub 2018. Meski muncul narasi-narasi unik seperti “Perang Bintang,” hal ini tidak mengganggu jalannya pemilu.

“Optimisme terhadap pelaksanaan Pilkada terlihat dari minimnya pemberitaan negatif terkait tahapan pemilu. Pemberitaan lebih banyak berfokus pada isu-isu di luar tahapan pemilu,” katanya.

Muslim menyebut bahwa selisih suara antara pasangan calon mencapai 18,28%, sehingga gugatan sengketa hasil pemilu tidak memenuhi syarat angka minimal untuk diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Namun, KPU masih menunggu surat register dari MK untuk memastikan kelanjutan tahapan berikutnya,” imbuhnya.

Santunan bagi Petugas Pemilu

Kadiv SDM dan Litbang KPU Jateng, Mey Nurlela, mengungkapkan bahwa terdapat enam petugas yang meninggal dunia selama tahapan Pilkada, termasuk dua petugas ketertiban dan empat petugas dari PPS, KPPS, dan PPK.

“Sebagian besar kematian disebabkan oleh sakit atau kecelakaan saat mengantarkan kotak suara. Dari enam korban, tiga telah menerima santunan, sementara tiga lainnya masih dalam proses administrasi,” terangnya.

KPU juga mencatat kasus petugas yang sakit, sebagian besar sudah menerima santunan. Hingga akhir tahun 2024, KPU tetap membuka laporan terkait petugas yang mengalami sakit atau meninggal dunia.

Nurlela menegaskan bahwa proses perekrutan badan adhoc akan dievaluasi untuk memastikan integritas dan netralitas.

Dukungan Sekretariat KPU

Sekretaris KPU Jateng, Arief Suja’i, menyoroti pentingnya peran pendukung komisioner, terutama dalam hal anggaran, SDM, sarana prasarana, dan administrasi teknis. Ia memastikan bahwa setiap tahapan Pilkada berjalan dengan baik.

“Tidak ada pemberitaan viral yang mengganggu proses penyelenggaraan pemilu, yang menunjukkan kerja keras KPU Jawa Tengah dan dukungan media,” tuturnya.

Evaluasi dilakukan terhadap pemberitaan selama tahapan Pilkada untuk memastikan perbaikan di masa depan. Rekomendasi dari evaluasi ini akan menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pilkada mendatang.

Penutup

Sinergi antara KPU dan media dalam Pilkada Jawa Tengah 2024 terbukti menghasilkan penyelenggaraan yang lebih baik dan lebih menyenangkan, sesuai tagline “Luwih Becik Luwih Nyenengke.”

Tingginya partisipasi masyarakat dan minimnya konflik menunjukkan bahwa demokrasi di Jawa Tengah semakin matang. KPU berharap kolaborasi ini terus berlanjut untuk memastikan pemilu yang berkualitas di masa depan.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *