Penanganan Truk ODOL Butuh Komitmen dan Dukungan Lintas Sektor
JAKARTA[BahteraJateng] – Penanganan truk dengan kelebihan dimensi dan muatan (Over Dimension and Over Load /ODOL) membutuhkan keterlibatan lintas kementerian dan lembaga agar dapat berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, menekankan pentingnya penyusunan roadmap jangka panjang yang harus dijalankan secara konsisten.

Menurutnya, penanganan ODOL tidak bisa diselesaikan secara sektoral karena berdampak pada berbagai bidang seperti infrastruktur jalan, keselamatan lalu lintas, hingga efisiensi logistik nasional.
“Penertiban ODOL harus melibatkan Kementerian Perhubungan, PUPR, Perindustrian, Perdagangan, Kemenko Ekonomi, Kemenko Infrastruktur, Keuangan, Ketenagakerjaan, Bappenas, hingga Korlantas. Semua harus duduk bersama dan memiliki rencana yang matang,” ujar Soerjanto.

Sebagai langkah awal, pemerintah diminta menertibkan penggunaan truk ODOL di proyek-proyek milik negara. Ia menyayangkan kebijakan ini belum berhasil dijalankan meskipun sudah direkomendasikan dua kali.
Lebih lanjut, Soerjanto menyampaikan bahwa pengemudi dan pemilik truk sejatinya tidak nyaman dengan praktik ODOL karena risiko kecelakaan tinggi dan mempercepat kerusakan kendaraan.
“Mengemudikan truk ODOL itu mengerikan. Kalau direm hari Senin, bisa berhentinya hari Sabtu,” ujar seorang sopir truk menggambarkan bahayanya.
Namun, penertiban truk ODOL tak bisa dipisahkan dari persoalan pungli dan premanisme yang masih marak di lapangan. Biaya ilegal ini membebani pengusaha dan sopir, bahkan bisa mencapai 15-35 persen dari ongkos angkut, tergantung wilayah dan jenis barang.
Untuk itu, penanganan ODOL harus dilakukan secara komprehensif, melibatkan asosiasi pengusaha, sopir, pemerintah, dan pemilik barang. Diperlukan juga dukungan integrasi moda transportasi seperti kereta dan kapal laut.
“Kami sedang mencoba memindahkan angkutan air minum kemasan dari truk ke kereta di daerah Sukabumi. Namun secara ekonomi hal ini juga tidak mudah. Diperlukan dukungan semua pihak,” tutup Soerjanto.(sun)

