Sosialisasi Literasi Keuangan Negara
Sosialisasi Literasi Keuangan Negara sebagai upaya memperkuat pendidikan yang berintegritas dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung IPHI Demak, Selasa (3/2).(Dok. PGSI Demak)

BPK RI dan PGSI Demak Dorong Literasi Keuangan Negara untuk Pendidikan Berintegritas

DEMAK[BahteraJateng] – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) bersama Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Demak menggelar sosialisasi Literasi Keuangan Negara sebagai upaya memperkuat pendidikan yang berintegritas dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung IPHI Demak pada Selasa (3/2).

Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut surat dari Sekretariat Jenderal BPK RI melalui program BPK RI Goes to School, yang bertujuan meningkatkan pemahaman tenaga pendidik terkait peran, fungsi, serta kewenangan BPK dalam sistem pengelolaan keuangan negara.


Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi antara BPK RI dan para guru.

Dalam kesempatan itu, BPK memperkenalkan tugas konstitusionalnya sebagai lembaga negara yang berwenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.


“Melalui kegiatan ini kami menyampaikan peran dan fungsi BPK, sekaligus memperkuat pemahaman guru mengenai sistem pengelolaan keuangan negara,” ujarnya.

Menurut Ahmad Luthfi, guru memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai integritas, akuntabilitas, dan transparansi kepada peserta didik sejak dini. Oleh karena itu, pemahaman pendidik terhadap tata kelola keuangan negara menjadi sangat penting.

Sementara itu, Anggota VI BPK RI, Fathan Subchi, yang hadir sebagai keynote speaker, menegaskan bahwa literasi keuangan negara merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter.

“Pendidikan adalah ruang strategis untuk membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya pengelolaan keuangan negara yang bersih dan bertanggung jawab,” katanya.

Melalui sosialisasi ini, BPK RI berharap para guru tidak hanya memahami peran lembaga pemeriksa negara, tetapi juga mampu menginternalisasikan nilai-nilai integritas dalam proses pembelajaran, sehingga pendidikan berkontribusi langsung dalam mewujudkan tata kelola negara yang baik.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *