PMI Serahkan Bantuan untuk Korban Longsor Banjarnegara
PMI Jateng menyalurkan bantuan dana kemanusiaan sebesar Rp100 juta untuk penanganan pascabencana tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara yang diterima langsung oleh Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, di Rumah Dinas Bupati, Kamis (26/2).(Dok. Dinkominfo Banjarnegara)

PMI Serahkan Bantuan Rp100 Juta untuk Korban Longsor Banjarnegara

BANJARNEGARA[BahteraJateng] – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan dana kemanusiaan sebesar Rp100 juta untuk penanganan pascabencana tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, di Rumah Dinas Bupati pada Kamis (26/2).


Dalam sambutannya, Amalia Desiana menyampaikan bahwa rentetan bencana tanah longsor yang melanda wilayahnya menjadi ujian berat, baik secara materiil maupun moril bagi masyarakat. Meski demikian, ia menilai kehadiran bantuan tersebut menjadi suntikan semangat dalam proses pemulihan.

“Bantuan ini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi wujud nyata kepedulian dan dukungan moral yang sangat berarti. PMI sekali lagi membuktikan perannya sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan,” ujarnya.


Ia juga menginstruksikan kepada jajaran PMI Banjarnegara dan pihak terkait agar dana tersebut segera didistribusikan kepada warga terdampak.

Menurutnya, prinsip cepat, tepat sasaran, dan akuntabel harus menjadi pedoman agar bantuan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Ketua PMI Jawa Tengah, Sarwa Pramana, menjelaskan bahwa dana Rp100 juta tersebut merupakan bagian dari program penggalangan dana sukarela dari kabupaten/kota se-Jawa Tengah untuk membantu daerah yang terdampak bencana secara bersamaan.

“Dana ini terkumpul dari kesukarelaan masing-masing kabupaten. Untuk Banjarnegara, kami serahkan sepenuhnya kebijakan alokasi Rp100 juta ini kepada Ibu Bupati, apakah untuk bantuan langsung ke masyarakat atau pemulihan lainnya, silakan,” jelasnya.

Penyerahan bantuan ini menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong antarwilayah di Jawa Tengah dalam menghadapi bencana alam yang terjadi pada awal tahun 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *