UNWAHAS International Guest Lecture
Program Studi Teknik Kimia dan Agribisnis Unwahas menggelar International Guest Lecture, Senin (27/4).(Dok. Humas Unwahas)

UNWAHAS Gelar International Guest Lecture, Bahas Pangan Global hingga Teknologi Ramah Lingkungan

SEMARANG[BahteraJateng] — Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik dan wawasan global mahasiswa melalui penyelenggaraan International Guest Lecture pada Senin (27/4).

Kegiatan yang digelar di Ruang Theater Fakultas Kedokteran ini diinisiasi oleh Program Studi Teknik Kimia dan Agribisnis dengan menghadirkan narasumber internasional dan nasional, serta dihadiri pimpinan universitas dan perwakilan pemerintah daerah.


Rektor UNWAHAS, Prof. Helmy Purwanto, menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam pendidikan tinggi. Menurutnya, forum semacam ini menjadi sarana strategis untuk membuka wawasan mahasiswa terhadap isu global, khususnya di bidang pangan dan keberlanjutan.

“Mahasiswa harus mampu berpikir global namun tetap berakar pada potensi lokal. Melalui forum ini, diharapkan lahir gagasan inovatif yang mampu menjawab tantangan masa depan,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih, menyoroti pentingnya sinergi antara akademisi dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pangan berkelanjutan.

“Kegiatan ini mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan implementasi kebijakan di lapangan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan daerah,” ungkapnya.

Dalam sesi materi, narasumber internasional Filippo Gavazzeni dari Italia memaparkan konsep Milan Urban Food Policy Pact yang menekankan pentingnya integrasi kebijakan urban dalam membangun sistem pangan berkelanjutan di berbagai kota dunia.

Materi lain disampaikan oleh Indah Riwayati terkait penerapan teknologi ramah lingkungan dalam industri pangan melalui konsep green process technology. Ia menekankan pentingnya efisiensi produksi sekaligus pengurangan dampak lingkungan.

Adapun Hilmi Arija Fachriyan memaparkan strategi agribisnis dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai keberhasilan program tersebut membutuhkan integrasi antara sektor pertanian, distribusi, dan kebijakan pemerintah.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa dan dosen yang mengikuti diskusi interaktif bersama para narasumber.

Melalui kegiatan ini, UNWAHAS berharap dapat mencetak generasi akademisi yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga adaptif terhadap dinamika global serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *