Joko Widodo
Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo.(Dok. Humas Fraksi)
|

Dewan Minta PDAM Susun Roadmap Pengurangan 878 Sumur ABT di Semarang

SEMARANG[BahteraJateng] – DPRD Kota Semarang meminta PDAM Tirta Moedal menyusun roadmap yang jelas untuk mengurangi penggunaan sumur Air Bawah Tanah (ABT) di Kota Semarang. Langkah tersebut dinilai penting karena masih terdapat 878 sumur ABT, termasuk di sejumlah wilayah yang masuk zona rawan dan kritis.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo. Menurutnya pengurangan sumur ABT harus dilakukan secara bertahap dengan target yang terukur.

“Harus ada roadmap yang jelas. Sumur ABT ini mau dikurangi berapa setiap tahun, wilayah mana yang menjadi prioritas, dan bagaimana jaringan PDAM bisa menggantikan kebutuhan air dari sumur tersebut,” kata Jokowi, sapaan akrabnya seusai rapat dengar pendapat bersama Bapenda dan PDAM di DPRD Kota Semarang pada Kamis (13/8).

Menurut politisi PKS itu, pengurangan sumur ABT juga harus diikuti penguatan jaringan PDAM agar kebutuhan air masyarakat maupun pelaku usaha tetap terpenuhi.

Selain persoalan sumur ABT, Joko menyoroti realisasi Pajak Air Tanah (PAT) 2025 yang hanya mencapai 70,9 persen dari target Rp26,8 miliar.

Untuk 2026, target PAT kembali ditetapkan Rp26,8 miliar. Komisi B berharap realisasinya meningkat hingga minimal 95 persen.

Jokowi meminta Bapenda mengoptimalkan penagihan dan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menertibkan wajib pajak yang belum memenuhi kewajibannya.

“Peningkatan penerimaan PAT dan pengurangan penggunaan ABT harus berjalan beriringan sebagai bagian dari pengendalian pemanfaatan air bawah tanah,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *