Agustina Festival Cheng Ho 2026
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng saat menyambut arak-arakan Kimsin dalam puncak Festival Arak-Arakan Cheng Ho 2026 di Klenteng Agung Sam Poo Kong, Sabtu (15/8).(Dok. Humas Pemkot)
|

Agustina Dorong Festival Cheng Ho Berkembang Menjadi Event Internasional

SEMARANG[BahteraJateng] – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong Festival Arak-Arakan Cheng Ho berkembang menjadi event berskala internasional.

Potensi tersebut dinilai semakin terbuka setelah festival yang digelar pada 14–16 Agustus 2026 masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 dan mendapat dukungan pemerintah pusat serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.


Hal itu disampaikan Agustina saat menyambut arak-arakan Kimsin dalam puncak Festival Arak-Arakan Cheng Ho 2026 di Klenteng Agung Sam Poo Kong pada Sabtu (15/8).

Menurut Agustina, kehadiran Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok, Ye Su, dalam perhelatan tersebut menjadi salah satu peluang untuk memperluas jejaring festival ke tingkat internasional.


“Dukungan pusat dan provinsi sangat berarti. Kehadiran perwakilan asing seperti Konsul Jenderal RRT juga membuka peluang besar agar festival ini bisa berkembang menjadi event berskala internasional di masa depan,” kata Agustina.

Festival Cheng Ho tahun ini memperingati 621 tahun kedatangan Laksamana Cheng Ho di Semarang. Selain masuk KEN 2026, festival tersebut juga berkaitan dengan pelestarian warisan budaya Kota Semarang yang telah ditetapkan sebagai bagian dari 17 Warisan Budaya Tak Benda.

Agustina menilai status tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan Festival Cheng Ho sebagai agenda wisata budaya yang memiliki daya tarik lebih luas. Pengembangan festival diharapkan tidak hanya memperkuat citra Semarang, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Penyelenggaraan festival turut membuka ruang bagi pelaku UMKM dan seniman lokal. Masyarakat juga mendapatkan kesempatan mengenal sejarah serta warisan budaya Kota Semarang secara lebih dekat.

Agustina mengapresiasi dukungan masyarakat, pemerintah pusat, Pemprov Jawa Tengah, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan festival.

Ia berharap semangat gotong royong dan toleransi yang tercermin dalam Festival Cheng Ho terus dipertahankan seiring upaya meningkatkan skala penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang.

“Gotong royong dan toleransi yang terlihat hari ini adalah kekuatan utama kota kita. Kita akan terus merawat warisan budaya ini agar semakin dikenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *