Alissa Wahid Desak Polda Jateng Buka Rekaman CCTV Kasus Kematian Iko
SEMARANG[BahteraJateng] – Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Qothrunnada Wahid, mendesak Polda Jawa Tengah (Jateng) membuka rekaman CCTV terkait kasus kematian Iko Juliant Junior.
Hal itu disampaikannya usai menjenguk keluarga Iko, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang meninggal dunia pada Minggu, 31 Agustus 2025 lalu.
Putri sulung Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid itu menegaskan, transparansi diperlukan untuk menjawab keraguan publik mengenai penyebab kematian Iko.
“Kalau memang polisi mengatakan kematian Iko karena kecelakaan, ya buka saja CCTV-nya. Kalau benar kecelakaan, semua akan tenang dan keluarga mendapat kejelasan,” ujarnya pada Rabu (10/9).
Alissa datang bersama pemuka agama dan komunitas Gusdurian untuk memberikan dukungan moral sekaligus mendengar langsung cerita dari keluarga korban.
Menurutnya, keterbukaan data sangat penting mengingat kasus Iko masih simpang siur dan terjadi bertepatan dengan aksi demonstrasi besar pada akhir Agustus.
“Kami ingin mendapatkan penjelasan apa yang sebenarnya terjadi, terutama untuk kasus-kasus yang narasinya masih berbeda-beda. Closure ini dibutuhkan keluarga, masyarakat, dan juga polisi. Justru keuntungan ada di polisi kalau rekaman itu dibuka,” tuturnya.
Sementara itu, kuasa hukum keluarga dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) IKA Unnes, Ady Putra Cesario, menyoroti minimnya pelibatan keluarga dalam penyelidikan. Ia menyebut olah TKP maupun hasil pemeriksaan tidak pernah diberitahukan secara resmi.
“Kami justru mengetahui hasilnya dari media, bukan dari pihak kepolisian,” kata Ady.
Ady juga mengungkap adanya sejumlah kejanggalan pada tubuh Iko, antara lain luka lebam di punggung, gigi depan lepas, bibir sobek, lebam di mata, serta operasi besar akibat limpa yang pecah.
“Melihat kondisi fisik itu, sulit bagi kami mempercayai ini murni kecelakaan. Karena itu kami mendesak kepolisian membuka rekaman CCTV agar semua jelas,” tandasnya.
Sebelumnya, polisi menyatakan kematian Iko disebabkan kecelakaan lalu lintas dan mengaku telah mengantongi rekaman CCTV. Namun, hingga kini rekaman tersebut belum dipublikasikan.


