Bandara Ahmad Yani Semarang Gelar Latihan Kecelakaan Pesawat, Uji Kesiapan Personel dan Koordinasi
SEMARANG[BahteraJateng] — Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menggelar latihan Modular Exercise dengan skenario kecelakaan pesawat (aircraft accident) pada Kamis (22/10).
Kegiatan ini dilakukan untuk menguji kesiapsiagaan personel serta memastikan prosedur penanganan keadaan darurat penerbangan berjalan sesuai ketentuan.
General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan latihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi personel dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat di lingkungan bandara.
“Keselamatan penerbangan merupakan aspek penting yang perlu didukung melalui kesiapsiagaan personel serta kemampuan dalam menangani berbagai potensi keadaan darurat di lingkungan bandara. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi personel dalam memahami prosedur penanganan kecelakaan pesawat, sekaligus memastikan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam menghadapi situasi darurat,” ujar Sulistyo.
Dalam pelaksanaannya, latihan mencakup sejumlah tahapan penanganan kecelakaan pesawat. Proses diawali dengan penerimaan informasi mengenai kondisi darurat, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian informasi kepada unit terkait agar respons dapat dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Setelah informasi diterima, personel melakukan persiapan dengan memastikan kesiapan sumber daya manusia serta peralatan yang diperlukan. Tahap berikutnya berfokus pada pelaksanaan tindakan penanganan sesuai skenario latihan, termasuk simulasi kecelakaan pesawat yang disertai kebakaran dan membutuhkan respons terpadu dari personel serta unit terkait.
Koordinasi antarpersonel menjadi salah satu aspek penting dalam latihan tersebut. Setiap unit perlu memahami peran dan tanggung jawabnya agar proses penanganan berjalan terarah, sementara komunikasi yang efektif diperlukan untuk mendukung kelancaran respons terhadap keadaan darurat.
Selain Modular Exercise, kegiatan ini juga mencakup Table Top Exercise dan Media Handling Exercise. Ketiganya menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman prosedur, menguji koordinasi, serta mempersiapkan personel dalam menghadapi situasi darurat beserta kebutuhan komunikasi kepada media.
Latihan tersebut melibatkan personel dari berbagai unit bandara dan pemangku kepentingan, antara lain Balai Kekarantinaan Kesehatan, maskapai penerbangan, serta Airnav Indonesia.
Sulistyo menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bahan evaluasi terhadap penerapan prosedur keselamatan dan kesiapan Fire Station dalam menjalankan tugas.
Melalui latihan tersebut, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kompetensi personel guna mendukung penanganan keadaan darurat yang cepat, terkoordinasi, serta sesuai prosedur demi menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan.

