Fatayat NU Salatiga
Yayasan Jallu Nusantara Indonesia (YJNI) dan PC Fatayat NU Kota Salatiga menandatangani MoU untuk memperkuat pencegahan kekerasan berbasis gender.(Dok. Fatayat NU Salatiga)

Bangun Ekosistem Perlindungan Perempuan, YJNI dan Fatayat NU Salatiga Utamakan Pencegahan

SALATIGA[BahteraJateng] – Yayasan Jallu Nusantara Indonesia (YJNI) dan Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) Kota Salatiga menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat pencegahan kekerasan berbasis gender melalui penguatan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi lintas lembaga. Penandatanganan berlangsung di Gedung PC Fatayat NU Kota Salatiga pada Selasa (7/7).

Kerja sama ini mengedepankan pendekatan preventif dengan membangun ekosistem perlindungan bagi perempuan dan kelompok rentan, bukan hanya berfokus pada penanganan kasus setelah kekerasan terjadi.

Ketua PC Fatayat NU Kota Salatiga, Arna Asna Annisa, mengatakan Fatayat NU memiliki posisi strategis karena dekat dengan masyarakat. Menurutnya, pendidikan dan pemberdayaan menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran publik dalam mencegah kekerasan berbasis gender.

“Fatayat NU memiliki ruang yang sangat dekat dengan masyarakat. Karena itu, kami memandang kerja sama ini sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat peran pendidikan dan pemberdayaan agar masyarakat semakin memiliki kesadaran terhadap pentingnya pencegahan kekerasan berbasis gender,” katanya.

Ketua YJNI Nurrun Jamaludin menambahkan, meningkatnya kasus kekerasan berbasis gender menjadi alarm yang harus direspons melalui sinergi berbagai pihak. Karena itu, kedua lembaga akan menyelenggarakan pendidikan publik, pelatihan safeguarding, penguatan kapasitas kader, serta memperluas jejaring pendampingan korban.

Melalui kolaborasi tersebut, YJNI dan PC Fatayat NU berharap mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, inklusif, serta memperkuat budaya pencegahan kekerasan berbasis gender secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *