Bank Jateng Tandatangani PKS Program KPR FLPP dan Tapera 2025
JAKARTA[BahteraJateng] – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) resmi menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) Program KPR Sejahtera FLPP dan Pembiayaan Tapera 2025 di Gedung Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Jakarta Selatan, Senin (23/12/2024) lalu.
PKS ini ditandatangani oleh Direktur TI, Konsumer dan Jaringan Bank Jateng, Wiweko Probojakti, bersama Direktur Bisnis Kelembagaan, Treasuri, dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng, Ony Suharsono.

Kolaborasi ini bertujuan mendukung program pemerintah mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui skema KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Direktur TI Bank Jateng, Wiweko Probojakti, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. “Bank Jateng berkomitmen mendukung pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat, khususnya di Jawa Tengah,” ujarnya.

Ony Suharsono menambahkan bahwa kerjasama ini diharapkan memudahkan MBR di Jawa Tengah memiliki hunian layak.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menjelaskan bahwa alokasi anggaran sebesar Rp 28,2 triliun akan disalurkan untuk pembangunan 220.000 unit rumah pada 2025. “Pada Januari 2025, perbankan sudah dapat melaksanakan akad KPR FLPP,” katanya.
Heru meminta para pemangku kepentingan memastikan ketersediaan unit rumah dalam kondisi siap huni demi mempercepat realisasi program.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mendorong partisipasi semua pihak, termasuk sektor swasta, dalam program 3 juta rumah.
“Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tetapi juga meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.
Penandatanganan PKS ini disaksikan oleh Maruarar Sirait, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Ronald Silaban, serta Kepala Eksekutif OJK Friderica Widyasari Dewi.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pengembang perumahan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.

