| |

Berdayakan Eks Napiter, Bripka Purnomo Raih Penghargaan

SEMARANG[BahteraJateng] – Satbinmas Polrestabes Semarang, Bripka Purnomo Budi Setiawan mendapatkan penghargaan dari Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar terkait pemberdayaan para eks Narapidana Teroris (napiter).

Bripka Purnomo mendapat penghargaan tersebut atas pengabdiannya dalam pelaksanaan tugas sehingga Polrestabes Semarang mendapatkan rekor MURI sebagai pemrakarsa seminar Nasional dengan menghadirkan 20 mantan Narapidana Teroris sebagai narasumber terbanyak di Indonesia.


Bripka Purnomo mengatakan raihan keberhasilan prestasinya ini tak lain atas dukungan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, Wakapolrestabes Semarang, AKBP Wiwit Ari Wibisono, Kasat Binmas Kompol Juliana ditambah seluruh jajaran Polrestabes Semarang.

Menurutnya, caranya untuk mengajak eks napiter agar tidak kembali kepada faham radikal dan terorisme yakni melalui konsep deradikalisasi Policing With Hearts


“Jadi eks napiter berserta keluarganya memastikan hal dasar di antaranya mengucapkan pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengibarkan dan hormat bendera merah putih,” ujarnya, Kamis (16/5).

Tak hanya itu, dia juga ikut membentuk dan melakukan pendampingan sebuah yayasan persadani (Putra Persaudaraan Anak Negeri) yang dikelola olah mantan eks napiter dengan tujuan melakukan deteksi dini monitoring pendampingan para eks Napiter baru yang telah menjalani hukuman agar bergabung dlm rangka deradikalisasi pemahaman terkait pentingnya keterlibatan dalam membangun jiwa Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI).

“Di kota Semarang ini ada 21 eks napiter dan belum seluruhnya dapat di ajak partisipasi untuk membangun NKRI,” tuturnya.

Dia menambahkan, eks napiter tersebut juga didorong untuk memiliki usaha dalam rangka ekonomi kreatif untuk kesejahteraannya beserta keluarga.

“Caranya pun melalui pendekatan kepada para stakeholder untuk ikut berperan melalui bentuk pelatihan kewirausahaan maupun bentuk kegiatan yang konstruktif bagi pencegahan faham radikalisme dan terorisme di kewilayahan (pemkot, baznas, pengusaha),” ujarnya. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *